NEWS : Soal Peta Sebaran Corona, BNPB: Susah, Harusnya sampai RT/RW

Soal Peta Sebaran Corona, BNPB: Susah, Harusnya sampai RT/RW

Soal Peta Sebaran Corona, BNPB: Susah, Harusnya sampai RT/RW
Update situs covid.go.id per 27 Maret 2020 pukul 15.30 WIB
Yuswardi A. Suud, Tenri Gobel Jumat, 27 Maret 2020 - 18:55 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id - Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Agus Wibowo mengatakan bahwa standar dari data yang harusnya ditampilkan pada peta sebaran Covid-19 di tiap provinsi harusnya sampai desa, bahkan kalau perlu sampai level RT/RW.

“Harus sampai desa bahkan RT/RW kalau bisa,” kata Agus saat dihubungi Cyberthreat.id, Jumat (27 Maret 2020).

Seperti diketahui, beberapa data yang ditampilkan pada peta sebaran Covid-19 milik beberapa pemerintah provinsi tidak seragam, ada yang hingga kelurahan/desa, tapi ada pula hanya sampai kabupaten/kota dan kecamatan saja. Hal ini membuat masyarakat kesulitan mengetahui apakah di sekitar daerah tempat tinggalnya sudah ada warga yang terjangkit virus corona. Dengan begitu, masyarakat bisa melakukan isolasi atau karantina mandiri untuk memutus mata rantai penyebaran virus seperti yang disarankan pemerintah.

Berdasarkan pantauan Cyberthreat.id pada Jumat (27 Maret 2020) peta milik Pemprov Jawa Timur, Jawa Tengah hanya menampilkan data hingga level nama kabupaten/kota. Adapun peta milik Daerah Istimewa Yogyakarta menampilkan hingga level kecamatan. Tidak ada data lebih rinci seperti nama kelurahan atau desa pada peta yang disediakan beberapa pemprov tersebut.

Menanggapi hal itu, Agus mengatakan bahwa pemprov lain yang menampilkan data hingga level kabupaten/kota atau kecamatan saja kemungkinan tidak memiliki data hingga kelurahan/desanya.

“Mungkin gak punya petanya [data terkait kelurahannya].” kata Agus.

Menurutnya, hanya Jakarta saja yang punya data hingga level ke kelurahannya.

“Iya susah, yang punya cuma Jakarta.” pungkasnya.

Peta milik pemprov DKI Jakarta memang menampilkan hingga level kelurahan. Namun, amatan Cyberthreat.id, selain Jakarta, peta sebaran kasus Covid-19 milik pemprov Jawa Barat dan Sulawesi Selatan juga menampilkan data hingga nama desa atau kelurahan tempat domisili pasien positif Covid-19, tanpa membuka detail alamat untuk menjaga privasi pasien.

Namun, saat ditanyai Cyberthreat.id apakah BNPB sudah menginformasikan standar peta sebaran Covid-19 sampai data level kelurahan/desa atau RT/RT ke pemerintah daerah, Agus belum menjawabnya.

Seperti diketahui, situs covid19.go.id yang disebut sebagai situs resmi nasional terkait penanganan virus corona di Indonesia di bawah koordinasi BNPB juga tidak menampillkan data lebih rinci. Yang dimunculkan di sana hanya data jumlah kasus per provinsi. Tidak ada pula tautan link yang mengarahkan pengunjung ke situs pemerintah daerah yang provinsinya sudah terjangkit virus corona. []

Berita terkait:


Standardisasi dan Validasi Teknologi