NEWS : Situs DKI Jakarta Buka Lagi Jejak Lokasi 8 Pasien Covid-19

Situs DKI Jakarta Buka Lagi Jejak Lokasi 8 Pasien Covid-19

Situs DKI Jakarta Buka Lagi Jejak Lokasi 8 Pasien Covid-19
Peta kronologis pasien Covid19 di situs Pemerintah DKI Jakarta
Yuswardi A. Suud, Tenri Gobel Kamis, 26 Maret 2020 - 18:37 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id - Sejak pekan lalu, Pemerintah DKI Jakarta telah membuka sebagian data jejak lokasi pasien yang terpapar virus corona. Data itu dipublikasikan secara online di situs https://corona.jakarta.go.id/id/peta.

Pekan lalu, ada 18 pasien yang dipublikasi jejak lokasi yang dikunjungi hingga terpapar virus corona. Mereka adalah pasien dengan nomor kasus 1, 2, 3, 4, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 18, 19, 22, dan 54. (Baca: Jakarta Buka Jejak Lokasi Corona, Waspadai Tempat-tempatnya

Di situs Pemprov DKI Jakarta itu, peta itu disebut "Peta Kronologis dan Perkembangan Kasus Covid-19."

Pada 26 Maret, jumlahnya bertambah menjadi 26. Namun, dalam 8 data terbaru ini, data jejak lokasi yang dimunculkan sangat sedikit.  Delapan pasien terbaru yang ditambahkan adalah kasus 24, 25, 26, 51, 52, 57, 60 dan 64.

Kasus 24, misalnya, punya riwayat melakukan kontak dengan kasus 1 dan 7 di Terrace Senayan. Lalu, mengalami gejala demam dan pegal-pegal di rumahnya yang dalam peta digital itu ditandai di kawasan Jakarta Barat. Yang bersangkutan kemudian berobat ke RS Siloam Kebon Jeruk, menjalani perawatan dan didiagnosaa viral pneumonia. Berikutnya, yang bersangkutan dirujuk ke RSUP Persahabatan. Di pemetaan itu yang bersangkutan disebut statusnya negatif SARS CoV2.

Pasien 25 mengalami gejala demam dan batuk sepulang dari Malaysia. Lalu berobat ke RSUP Persahabatan dengan status Negatif SARS COV2

Pasien 26 yang rumahnya ditandai di kawasan Jakarta Selatan dan berobat ke RSPAD Gatot Subroto setelah mengalami gejala. Hasil uji lab menunjukkan yang bersangkutan positif SARS CoV2.  Tidak ada riyawat jejak lokasi atau kontak dengan pasien positif lainnya.   
 
Pasien 51 data yang dimunculkan hanya mengalami gejala di rumahnya di kawasan Jakarta Selatan dan dirawat di RS MRCCC Siloam Semanggi.

Pada pasien 52, yang pada peta itu titik domisilinya berada di kawasan Kelapa Gading, berobat ke RSCM, lalu dirujuk ke RSUP Persahabatan sejak 10 Maret. Pasien ini berstatus meninggal dunia.

Pasien 57 disebutkan punya riwayat bepergian ke Singapura tanggal 27-29 Februari 2020 untuk medical cek up. Di rumah yang titik lokasinya berada di sekitaran Jakarta Pusat, pasien ini mengalami gejala dan dirawat di RS Yarsi.

Kasus 60 adalah pasien yang baru pulang dari Singapura. Yang bersangkutan berada di sana sejak 28 Februari 2020. Pasien ini kemudian beroat di Dinas Kesehatan Jakarta Barat.

Kasus 64 adalah seseorang rumahnya digambarkan di peta termasuk dalam kawasan Bekasi dan berobat di RS Siloam TB Simatupang sebelum pindah ke RSUD Cengkareng.

Pada peta kronologis ini, alamat tinggal pasien hanya berupa titik perkiraan. Namun, dapat ditelusuri data kelurahannya di peta satu lagi yang dinamakan "Peta Kasus Covid-29 di Jakarta."

Hanya saja, mencari datanya bagai mencari jarum dalam tumpukan jerami. Sebab, harus menempatkan kursor pada satu demi satu titik merah di seluruh peta kelurahan Jakarta, baru datanya keluar. Pencarian menjadi lebih sulit karena sering kali petanya refresh sendiri secara otomatis dalam durasi waktu tertentu.

Pasien 25, misalnya, datanya ditemukan di Kelurahan Pegadungan, Jakarta Barat, dan tercatat sebagai seorang perempuan berusia 53 tahun. Hingga 26 Maret, kelurahan ini tercatat sebagai kelurahan yang warganya terbanyak dinyatakan positif Covid-19 di seluruh Jakarta dengan 15 kasus.

Sementara pasien 26, datanya ditemukan di peta kasus covid-19 sebagai warga Kali Deres, perempuan, berusia 73 tahun. Di sana, sejauh ini ada 10 orang yang positif Covid-19.

 

Pasien 55 ditemukan sebagai perempuan berusia 47 tahun warga Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Di sana, ia tercatat sebagai pasien positif bersama kasus 62 yang seorang laki-laki berusia 55 tahun. Sejauh ini, baru mereka berdua yang terinfeksi Covid-19 di Bukit Duri.

Ada pun kasus 64 ditemukan sebagai laki-laki berusia 78 tahun, warga Kelapa Gading Timur.

Mengapa Baru 26 Kasus yang Dibuka?
Kepala Unit Pengelola Jakarta Smart City, Yudhistira Nugraha yang bertanggung jawab atas data di situs itu mengatakan, pihaknya belum dapat membuka semua jejak riwayat lokasi lantaran masih memerlukan verifikasi dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

"Peta itu nanti akan terus diperbaharui. Saat ini untuk jejak kassus masih kami lengkapi dan akan kami update jika sudah clear dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta," kata Yudhistira menjawab Cyberthreat.id, Kamis (26 Maret 2020).

Namun, Yudhistira tidak bisa menjanjikan kapan pembaruan jejak lokasi kasus positif Covid-19 akan dilengkapi.

“Secepatnya pasti akan kami update karena masih memastikan datanya clean dan clear.” pungkasnya.

Meskipun baru sebagian dan tidak dilengkapnya keterangan waktu kunjungan,pembukaan jejak riwayat pasien positif Covid-19 ini disambut baik sebagian warga Jakarta, bahkan sejumlah netizen dari provinsi lain menuntut pemerintah daerahnya membuka data serupa.

Hal itu dipandang perlu untuk mewaspadai diri atau memeriksakan dirinya jika pada waktu bersamaan pernah berada di tempat yang sama dengan pasien tersebut.

Sejauh ini, baru Pemprov DKI Jakarta yang membuat peta jejak lokasi ini. Belum ada pula peta serupa yang menyajikan data secara nasional.

Hingga 26 Maret 2020 sore, kasu positif Covid-19 di DKI Jakarta sudah mencapai 495 kasus. Dari jumlah itu, 47 orang meninggal, 29 sembuh, 307 dirawat, dan 112 lainnya dalam isolasi mandiri.[]

Baca juga:


Standardisasi dan Validasi Teknologi