Parah! Hingga Bursa Saham Tutup, Aplikasi MOST Mandiri Sekuritas Belum Bisa Diperbaiki

Aplikasi MOST dari Mandiri Sekuritas error

Cyberthreat.id - Gangguan yang terjadi pada aplikasi MOST milik Mandiri Sekuritas belum bisa diatasi hingga perdagangan bursa saham sesi kedua ditutup pukul 15.00 WIB. Gangguan yang dimulai sejak bursa dibuka pukul 09.00 WIB itu menyebabkan tampilan jumlah uang maupun harga pembelian saham nasabah pengguna MOST tidak sesuai dengan nilai aslinya.

Seperti diketahui, MOST adalah aplikasi dari Mandiri Sekuritas yang memungkinkan investor retail yang terdaftar di sana melakukan transaksi jual beli saham secara online.

Sebelumnya, aplikasi MOST juga pernah mengalami eror seperti susah login atau tiba-tiba aplikasinya keluar sendiri, namun tidak sampai mengubah nilai transaksi harga saham yang ditampilkan di daftar portofolio koleksi saham nasabah.

Masalah yang dialami MOST ini terjadi di tengah koreksi parah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat turun lebih dari 2,5% ke titik terendahnya hari ini di angka 6.148,30, dan tutup di angka minus -0,81 persen.

Di aplikasi pesan instan semacam WhatsApp dan Telegram, masalah yang terjadi pada MOST itu menjadi diskusi hangat. Sejumlah pengguna MOST pun menyampaikan keluhannya. Tak sedikit yang kaget lantaran nilai transaksinya berubah.  Pengguna yang semula sudah mendapatkan keutungan yang belum direalisasikan karena sahamnya belum dijual (floating profit), tiba-tiba menemukan angkanya berubah. Tak sedikit pula yang panik karena tidak bisa menjual sahamnya yang harganya sedang turun untuk menghindari kerugian lebih besar.

"Saya punya saham ARTO (Bank Jago) yang saat ini harganya bergerak di kisaran 6.300 - 6.400-an . Floating profit-nya sudah 15,99% dengan modal beli Rp8,6 juta. Seharusnya floating profitnya sudah hampir Rp1,4 juta, tapi yang muncul di layar hanya Rp168 ribu. Harga belinya yang semula di 5.000-an, berubah menjadi 6.000-an. Anehnya, persentase keuntungan yang belum direalisasikan tetap 15,99 persen," kata salah satu pengguna MOST di sebuah grup Telegram berisi para investor saham, Senin pagi (25 Januari 2021).

Ada pula yang menyebutkan, floating profit-nya di saham tertentu malah menjadi lebih tinggi dari nilai sebenarnya.

Amburadul angka-angka yang muncul di sana, membuat para investor retail kesulitan dalam melakukan transaksi, sebab yang muncul di layar monitornya bukan angka sebenarnya.

Sejumlah investor retail pengguna MOST yang panik kemudian mencoba mencari tahu apa yang terjadi lewat akun media sosial Mandiri Sekuritas yang merupakan anak usaha perusahaan milik negara, Bank Mandiri.

Di Twitter, misalnya, akun Mandiri Sekuritas @Mandiri_OLT yang dalam unggahan terbarunya mempromosikan prospek saham, malah dibanjiri komentar yang mempertanyakan amburadulnya jumlah uang yang muncul di portofolio mereka.

"Pagi2 MOST udh error.. Admin... Gimanaa inii portofolio sayaa??? Angkanya pada ngacoo... Duit itu," tulis akun @pisanggoreeeng.

"Nggak ada tanggapan dr most nih, knp porto ngaco gitu?," tambah @ipangmohamed
·
"Baca repliesnya ternyata saya ga sendiri, angka di portofolio apps most ngaco banget wkwkw. ayo min diperbaiki, baru juga pasar buka," sambar @marscof

"Errornya memperdalam kepedihan portofolioku, fix dong....@Mandiri_OLT," tulis akun @proxymous.

"Angka di porto bermasalah, fund transfer open terus ga ke approved hadeuh dan ga ada tanggapan sama skali dari adminnya," tambah akun @krisnaferrer.


Contoh  kesalahan penghitungan yang diunggah oleh seorang pengguna Twitter. Pada saham Antam, meskipun harga pasarnya telah bergerak naik ke (Rp2.840) dari harga beli rata-rata (Rp2.817), namun masih dihitung minus di MOST. Dalam kasus lain, harga rata-rata belinya juga berubah.
 

Bagi yang belum tahu, fund transfer adalah permintaan pencairan uang dari rekening sekuritas ke rekening bank agar uangnya bisa ditarik untuk digunakan sehari-hari. Pencairan uang ini hanya bisa dilakukan sebelum sesi pertama perdagangan saham berakhir pukul 11.30 WIB.  

Amatan Cyberthreat.id, hingga pukul 12.20 WIB, tidak ada satu pun keluhan investor retail pengguna MOST yang dibalas oleh admin Mandiri Sekuritas.

Mandiri Sekuritas sendiri pada pukul 09.08 WIB membuat pemberitahuan di aplikasi bahwa aplikasi mobile MOST sedang mengalami kendala teknis.

"Bapak/Ibu nasabah yang terhormat saat ini sistem MOST sedang mengalami kendala teknis dan dalam perbaikaan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," tulis Mandiri Sekuritas.

Pukul 10.54 WIB, muncul lagi pemberitahuan bahwa aplikasi telah dapat digunakan, namun masih ada masalah dalam tampilan portofolio. Walhasil, meski pun sudah transaksi sudah bisa dilakukan, namun nilai yang muncul di portofolio masih menyajikan angka-angka yang kacau, bukan nilai sebenarnya.

Mandiri Sekuritas tidak menjabarkan masalah apa yang sesungguhnya dihadapi, melainkannya hanya menyebutnya sebagai "kendala teknis."

Setelah itu, hingga bursa tutup, belum ada pemberitahuan lanjutan dari Mandiri Sekuritas yang adalah anak usaha dari perusahaan milik negara, Bank Mandiri.[]

Update:

Berita sebelumnya: