Aplikasi MOST Mandiri Sekuritas Error, Laporan Portofolio Saham Amburadul

Aplikasi MOST dari Mandiri Sekuritas error

Cyberthreat.id - Aplikasi perdagangan saham online MOST dari Mandiri Sekuritas mengalami crash atau error. Laporan portofolio saham penggunanya pun menjadi amburadul. Ini terjadi di tengah anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia yang turun hingga -1,70 persen sebelum kemudian merangkak naik ke posisi -1,39 persen.

Amatan Cyberthreat.id, ini terjadi sejak awal bursa saham dibuka pagi ini pukul 09.00 WIB. Awalnya, aplikasi sama sekali tidak bisa dibuka. Setiap mencoba login, pengguna otomatis dibawa keluar.

Tak lama kemudian, pengguna bisa login ke dalam aplikasinya, namun laporan portofolio saham yang telah dibeli terlihat amburadul. Pengguna yang semula sudah mendapatkan keutungan yang belum direalisasikan karena sahamnya belum dijual (floating profit), tiba-tiba menemukan angkanya berubah.

Di aplikasi pesan instan semacam WhatsApp dan Telegram, masalah yang terjadi pada MOST itu menjadi diskusi hangat. Sejumlah pengguna MOST pun menyampaikan keluhannya. Tak sedikit pula yang panik karena tidak bisa menjual sahamnya yang harganya sedang turun untuk menghindari kerugian lebih besar.

"Saya punya saham ARTO (Bank Jago) yang saat ini harganya bergerak di kisaran 6.300 - 6.400-an . Floating profit-nya sudah 15,99% dengan modal beli Rp8,6 juta. Seharusnya floating profitnya sudah hampir Rp1,4 juta, tapi yang muncul di layar hanya Rp168 ribu. Harga belinya yang semula di 5.000-an, berubah menjadi 6.000-an. Anehnya, persentase keuntungan yang belum direalisasikan tetap 15,99 persen," kata salah satu pengguna MOST di sebuah grup Telegram berisi para investor saham, Senin pagi (25 Januari 2021).

Ada pula yang menyebutkan, floating profit-nya di saham tertentu malah menjadi lebih tinggi dari nilai sebenarnya.

Amburadul angka-angka yang muncul di sana, membuat para investor retail kesulitan dalam melakukan transaksi, sebab yang muncul di layar monitornya bukan angka sebenarnya.

Seorang pengguna MOST memperlihatkan bagaimana salah satu saham yang dikoleksinya telah turun minus 15,5 persen, tetapi tidak ada kerugian yang muncul di layar, yang tertera hanya 0.


Keluhan para pelaku di bursa saham di sebuah grup Telegram, Senin, 25 Januari 2021

Mandiri Sekuritas sendiri pada pukul 09.08 WIB membuat pemberitahuan di aplikasi bahwa MOST sedang mengalami kendala teknis.

"Bapak/Ibu nasabah yang terhormat saat ini sistem MOST sedang mengalami kendala teknis dan dalam perbaikaan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," tulis Mandiri Sekuritas.

Pukul 10.54 WIB, muncul lagi pemberitahuan bahwa aplikasi telah dapat digunakan, namun masih ada masalah dalam tampilan portofolio.

Mandiri Sekuritas tidak menjabarkan masalah apa yang sesungguhnya dihadapi, melainkannya hanya menyebutnya sebagai "kendala teknis." Seperti diketahui, Mandiri Sekuritas adalah anak usaha dari perusahaan milik negara, Bank Mandiri.[]

Update: