Soal Pusat Data Nasional, ACCI Soroti Dukungan Kapabilitas SDM Lokal

Ilustrasi | Foto: Unsplash

Cyberthreat.id - Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) menyarankan kepada pemerintah agar memanfaatkan perusahaan lokal dalam membangun Pusat Data Nasional.

Ketua Umum ACCI, Alex Budiyanto, mengatakan, membangun pusat data memang mudah, tetapi lain halnya dengan memelihara, terlebih dalam menyimpan data-data strategis pemerintah.

Di samping itu, Alex menyoroti tentang pentingnya dukungan sumber daya manusia yang sesuai. Sebab, kata dia, SDM yang kompeten untuk mengisi pusat data tidak banyak.

“Jangan sampai pusat datanya sudah terbangun, tetapi tidak punya kapabilitas SDM. Karena mencetak orang yang capable bukan perkara mudah, industri saja mencari talenta susah apalagi nanti pemerintah juga mencari yang sama. Tidak banyak orang yang punya kapabilitas cukup dalam konteks ini,” kata dia saat dihubungi Cybertrheat.id, Jumat (25 September 2020).


Berita Terkait:


Untuk itu, Alex menyarankan pemerintah memanfaatkan pemain lokal yang sudah mampu membantu pemerintah.

“Saya sudah berikan masukan langsung ke Kementerian Kominfo. Prinsipnya, kami menyampaikan kenapa bangun pusat data nasional saja harus dengan dana asing? Padahal kita itu sudah banyak pusat data (baca: pemain lokal) yang punya kapabilitas dan banyak cloud provider yang terdaftar yang siap membantu pemerintah menyimpan datanya,” kata dia.

Penyedia penyimpanan cloud lokal, menurut dia, dari segi kapastis diklaim sudah pasti mampu, “tinggal bagaimana dari pemerintah membuat perjanjian jangka panjang dengan pemain lokal tersebut.”

“Banyak pengembang mempercayakan ke data center lokal, contoh Google, Alibaba, itu kan data center-nya kan dari anggota IDPRO (Asosiasi Data Center Indonesia) yang mana itu lokal,” ujar Alex.

Alex menyebut pembangunan Pusat Data Nasional bisa saja menggerus bisnis pemain lokal karena salah satu pasarnya penyedia cloud di Indonesia adalah sektor pemerintahan.

Ia menyarankan jika pemerintah ingin memberdayakan penyedia cloud lokal, bisa memanfaatkan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Saran saya sih jangan membuat layanan sendiri kalau bisa,” ujar dia.[]

Redaktur: Andi Nugroho