NEWS : Tulis Pesan di Situs Web Kampanye Trump, Hacker: Dunia Muak dengan Berita Palsu dari Trump

Tulis Pesan di Situs Web Kampanye Trump, Hacker: Dunia Muak dengan Berita Palsu dari Trump

Tulis Pesan di Situs Web Kampanye Trump, Hacker: Dunia Muak dengan Berita Palsu dari Trump
Tampilan situs web yang diubah oleh peretas | Foto: TechCrunch/Gabriel Lorenzo Greschler
Aufar Yusuf Rabu, 28 Oktober 2020 - 15:11 WIB

Cyberthreat.id – Situs web kampanye resmi Presiden AS Donald Trump (www.donaldjtrump.com ) diretas Pada Selasa (27 Oktober 2020) malam. Peretas mengubah tampilan situs web (website defacement attack) dan menunggah pesan provokatif.

“Dunia sudah muak dengan berita palsu yang disebarkan tiap hari oleh Presiden Donald Trump,” demikian tulis peretas dalam sebuah pesannya yang diunggah di situs web tersebut.

“Inilah saatnya membiarkan dunia tahu kebenarannya,” tulis peretas.

Pelaku kemungkinan mendapatkan akses ke backend server situs web donaldjtrump.com dan memasukkan kode JavaScript yang dikaburkan untuk mengunggah pesan lelucon dari FBI, bahwa “situs web ini telah disita”, tulis TechCrunch diakses Rabu (28 Oktober 2020).

Mereka juga mengklaim telah meretas sejumlah perangkat dan mengakses secara penuh ke informasi tentang Trump dan para kerabatnya. Mereka mengklaim memiliki informasi bahwa Trump dan jajarannya terlibat dalam “asal usul viru corona” dan kolusi dengan negara asing untuk memanipulasi Pemilu AS 2020.

Sejauh ini tidak ada bukti bahwa peretas telah mengakses informasi semacam itu, tulis Business Insider.

Selain menampilkan pesan politik, mereka juga memasukkan alamat dua dompet cryptocurrency—kemungkinan upaya penipuan seperti yang telah dilakukan peretas Twitter pada Juli lalu. (Baca: Retas 130 Akun, Hacker Twitter: Saya Tak Bersalah)

Juru bicara tim kamapnye Trump, Trim Murtaugh di Twitter mengatakan, pihaknya telah mengetahui kejadian itu dan telah bekerja sama dengan penegak hukum untuk menyelidiki sumber serangan.

Tak lama setelah diretas, situs web tersebut dengan cepat dipulihkan kembali.  “Tidak ada pengungkapan data sensitif karena tak ada satupun yang benar-benar disimpan di situs web tersebut. Situs web pun kini telah dipulihkan,” ujar Murtaugh.[]

Redaktur: Andi Nugroho


Standardisasi dan Validasi Teknologi