NEWS : Server Blueleaks yang Ungkap Rahasia Polisi AS Dimatikan Polisi Jerman, AssangeLeaks Bersiap Bikin Kejutan

Server Blueleaks yang Ungkap Rahasia Polisi AS Dimatikan Polisi Jerman, AssangeLeaks Bersiap Bikin Kejutan

Server Blueleaks yang Ungkap Rahasia Polisi AS Dimatikan Polisi Jerman, AssangeLeaks Bersiap Bikin Kejutan
Tampilan situs assangeleaks.org.
Yuswardi A. Suud Selasa, 14 Juli 2020 - 14:15 WIB

Cyberhtreat.id - Setelah kepolisian Jerman mematikan server Blueleaks yang mempublikasikan 296 GB data rahasia yang diretas dari lembaga kepolisian Amerika Serikat, kelompok aktivis dibalik Blueleaks yang menyebut diri sebagai The Distributed Denial of Secrets (DDoScrets) kini sedang bersiap meluncurkan situs baru dengan nama domain assangeleaks.org.

Saat laporan ini ditulis, situs tersebut masih berwarna hitam dan ada logo DDoScrets di sana. Ada pula hitungan mundur yang menyisakan waktu 10 jam 42 menit. Saat hitung mundur selesai, halaman muka website akan berubah dengan konten yang masih dirahasiakan.

Meski pun tidak ada informasi lain yang tersedia, co-founder DDosScets Emma Best mengatakan di Twitter bahwa situs itu ada hubungannya dengan Julian Assange, pendiri WikiLeaks yang pernah bikin heboh karena meretas dan mempublikasikan kawat diplomatik rahasia negara-negara di dunia, termasuk Indonesia.

Diketahui, Julian Assange adalah seorang jurnalis asal Australia. Ia jadi buronan karena aktivitasnya mempublikasikan dokumen yang tergolong "rahasia negara". Salah satunya yang mengejutkan publik adalah ketika pada 2010 WikiLeaks menampilkan video yang menunjukkan bagaimana pasukan Amerika Serikat di Irak menembak puluhan warga dari sebuah helikopter. Tahun yang sama, ia mendapat predikat "Person of the Year" dari majalah Time yang berbasis di Amerika Serikat.

Sejak 2012, Assange bersembunyi di Kebubes Ekuador di London, Inggris. Namun, pada April 2019, Ekuador mencabut suaka politik. Akibatnya, Assange ditangkap oleh polisi Inggris atas permintaan ekstradisi dari Amerika Serikat terkait dakwaan peretasan. Hingga kini, Amerika sedang mengupayakan untuk memboyong Assange dari London ke Amerika untuk menjalani persidangan. Rencana itu ditentang oleh aktivis pendukungnya, termasuk Emma Best dari DDoScrets.

Emma Best baru-baru ini merilis pemberitahuan yang menyebut server tempat mereka menyimpan data rahasia polisi dan intelijen Amerika telah disita oleh polisi Jerman.

Melansir Gizmodo, Best mengonfirmasi bahwa server hanya digunakan untuk mendistribusikan file, tetapi tidak akan mengarahkan penyelidik ke sumber mana pun yang mungkin telah membantu dalam peretasan atau penyebaran datanya.

Lalu, kejutan apalagi kira-kira yang akan dimunculkan di assangeleaks.org? Kita tunggu saja. []


Standardisasi dan Validasi Teknologi