NEWS : Jatim Beritahu Korban Covid-19 di Lokasi Anda via WhatsApp

Jatim Beritahu Korban Covid-19 di Lokasi Anda via WhatsApp

Jatim Beritahu Korban Covid-19 di Lokasi Anda via WhatsApp
Chatbot WhatsApp Covid-19 Jatim Infokan Data Berbasis Lokasi
Yuswardi A. Suud Senin, 06 April 2020 - 22:15 WIB

Cyberthreat.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengumumkan provinsi itu kini telah memiliki layanan chatbot WhatsApp di nomor 081391062293 untuk memantau kondisi terkini penanganan Covid-19 di wilayah itu. Menariknya, chatbot WA Jawa Timur ini bisa menginformasikan data kondisi di sekitar kita berdasarkan lokasi tempat kita berada.

Menurut Khofifah, sejak diluncurkan pada 3 April lalu, sudah ratusan ribu percakapan yang terekam.

"Saya tidak menyangka antusiasme masyarakat begitu besar. Terimakasih kepada semua relawan yang sudah menyiapkan aplikasi dan merespon berbagai pertanyaan," tulis Khofifah di akun Twitter @KhofifahIP pada Senin (6 April 2020).

Pengguna terbanyak berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Malang, Lamongan dan Gresik.

Menu Chatbot WhatsApp Jawa Timur
Cyberthreat.id mencoba layanan chatbot ini di nomor WhatsApp 081391062293. Ada 7 menu yang dihadirkan yaitu:

  1. Cek Radar Covid-19 di sekitarmu
  2. Data terbaru persebaran Covid-19 di Jatim
  3. Apa saya ada gejala? Cek up mandiri Covid-19
  4. Ingin ngobrol langsung? Tanya jawab, curhat, konsultasi di FOVID-19
  5. Apa yang harus saya lakukan?
  6. Berita baik tentang Covid-19 hariini
  7. Lapor kejadian tentang Covid-19

Pengguna tinggal membalas pesan sesuai menu yang ingin diketahui informasinya. Untuk melihat informasi di sekitar lokasi Anda berada, misalnya, cukup ketikkan (1).

Nantinya, Anda diminta membagikan lokasi Anda berada saat itu (hanya berlaku untuk wilayah Jawa Timur).

Untuk membagikan lokasi ini, di kolom chat, Anda bisa klik tombol 'Lampiran (attachment)', lalu pilih icon 'Lokasi (location), kemudian bagikan lokasi saat ini."

Setelah lokasi dibagikan, Anda akan dikirimkan data kondisi terkini di tempat Anda saat itu.

Sebagai contoh, saat cyberthreat.id mengirimkan lokasi di Masjid Nurul Huda Surabaya, chatbot WhatsApp Jatim mengirim balasan,"Anda berada di Surabaya, Tambaksari, Dukuh Setro."

Lalu, ada keterangan di sana ada 2 orang berstatus ODP(Orang dalam Pemantauan), 1 PDP (Pasien dalam Pengawasan), Positif 0, Sembuh 0, Meninggal 0.

Sayangnya, ketika lokasi digeser ke Lamongan, tepatnya Pendopo Lokatanta Kabupaten Lamongan, data yang muncul hanya pada level kabupaten, tidak ada data kelurahan seperti saat di Surabaya.

"Anda berada di Kabupaten Lamongan. ODP 212, PDP 104, positif 13, sembuh 0, meninggal 0."

Lalu di bawahnya ada peringatan agar tidak panik, disertai sejumlah tips mencegah terinfeksi seperti menghindari kerumunan, menerapkan jaga jarak (physical distancing), dan rajin cuci tangan.

Amatan cybethreat.id, menu data kondisi berbasis lokasi ini, baru muncul di chatbot WhatsApp Jawa Timur. Tidak ada menu serupa dalam chatbot WhatsApp Covid-19 nasional bikinan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Hingga 6 April 2020, Jawa Timur adalah provinsi ketiga terbanyak di Indonesia yang warganya terinfeksi virus corona setelah Jakarta dan Jawa Barat, dengan 189 orang terkonfirmasi positif, sembuh 38, dan meninggal 14 orang. Selain itu, ada 10.929 Orang dalam Pemantauan (ODP) dan 989 Pasien dalam Pengawasan (PDP).

ODP adalah mereka yang mengalami gejala ringan atau baru datang dari wilayah episentrum corona sehingga perlu dipantau. Sedangkan PDP adalah mereka yang dirawat di rumah sakit dengan gejala mirip Covid 19, namun belum mendapat hasil uji laboratorium.[]

Berita terkait:


Standardisasi dan Validasi Teknologi