2020, Indosat Targetkan 35 Ribu BTS Diselimuti 4G
Jakarta,Cyberthreat.id – Operator telekomunikasi Indosat Ooredoo menargetkan akan membangun sebanyak 35 ribu site Base Tranceiver Station (BTS) pada 2020 mendatang.
Pada 2018 lalu, sebanyak 18 ribu site BTS telah dicover jaringan 4G, sedangkan pada 2019 ditargetkan akan menambah sebanyak 17 ribu site yang dicover jaringan 4G.
Langkah yang dilakukan oleh operator yang identik dengan warna kuning tersebut, merupakan komitmen mereka dalam meningkatkan kualitas layanan dan memperbaiki jaringannya.
SVP Brand Management & Strategy Indosat Ooredoo Fahroni Arifin mengatakan, pihaknya ingin fokus meningkatkan kualitas jaringan terlebih dahulu, sebelum melakukan langkah-langkah strategis lainnya. Sehingga, pelanggan tetap loyal terhadap Indosat Ooredoo.
“Kenapa? Karena kita ingin jagain pengguna kita dulu, sebelum ngomong akuisisi, pengguna baru, yang penting benerin jaringan dulu. Biar pengguna yang loyal ini mereka nggak kecewa, biar dia merasa puas dan happy," kata Fahroni di Jakarta, Senin, (15 Juli 2019).
Menurut Fahroni, saat ini memang tidak semua daerah terjangkau jaringan 4G. Tetapi, ada juga area yang benar-benar baru, namun, dijangkau oleh jaringan generasi keempat dari Indosat Ooredoo.
"Ada yang nambah, artinya nambah jaringan memang belum terjangkau, tapi ada juga yang penguatan yang sebelumnya ada tapi belum 4G, maka sekarang jadi 4G,” ungkap Fahroni.
Oleh karena itu, lanjut Fahroni, pada tahun ini, pihaknya akan benar-benar fokus untuk meningkatkan kualitas jaringan menjadi 4G. “Perbaikan jaringan merupakan fokus perusahaan pada tahun ini. Ini fokus besar kami,” tambah Fahroni.
Fahroni juga mengakui, saat ini ada beberapa titik yang jaringannya belum berjalan dengan baik. “Kami juga menerima laporan di website, di aplikasi, yang memungkinkan pengguna melaporkan soal jaringan kami. Jadi, setiap ada laporan, kami tindaklanjuti,” tutur Fahroni.
“Jika mungkin ada titik tertentu yang masih belum bagus, silakan share ke kami. titik-titik mana biar kami akan berusaha lakukan optimalisasi,” pungkas Fahroni.