Tren Layanan Seluler Perbankan dan Jaminan Keamanan

VP Business Development Asia Pacific and JapanĀ Airome Technologies Leonard Chong. | Foto: Arsip pribadi

PANDEMI Covid-19 telah mengubah perilaku konsumen dan bank harus meningkatkan model bisnisnya untuk mengakomodasi kebaruan dan perkembangan lainnya.

Karena pandemi masih berlangsung, konsumen pasti berharap layanan bank mengalami peningkatan. Selain itu, bank diharapkan dapat membuat pelanggan dan karyawan merasa aman.

Layanan daring yang inovatif akan sangat dibutuhkan agar konsumen bisa terus melakukan aktivitas utamanya maupun hiburan tanpa meninggalkan rumah. Hal ini mengarahkan ke tren baru yang kemungkinan besar bakal bertahan: layanan pelanggan tanpa kontak langsung.

Transformasi dalam layanan daring dan dorongan menuju layanan tanpa kontak langsung akan dipelopori oleh teknologi seluler. Di antara banyak manfaat yang dimiliki, teknologi seluler juga merupakan solusi yang jelas untuk mengatasi masalah logistik terkait dengan pembangunan kantor cabang fisik di mana-mana.

Tanpa adanya tatap muka, pelanggan bisa melakukan transaksi secara digital, tanpa harus datang langsung ke kantor bank. Ponsel yang sudah menjadi bagian penting dari hidup kita akan menjadi platform sempurna.

Dengan meningkatnya penetrasi seluler, pengalaman tanpa kontak langsung bagi pelanggan akan ideal untuk inklusi digital dan keuangan, adopsi layanan yang lebih besar, dan pada akhirnya lebih cepat menembus pasar secara masif.

Inklusi digital akan mendorong inklusi keuangan, yang artinya merupakan kunci utama penggerak ketahanan menghadapi guncangan ekonomi akibat Covid-19. Inklusi digital penting untuk perkembangan ekonomi, karena layanan digital dapat membantu pemulihan ekonomi.

Bisnis dan lembaga yang cekatan secara digital dapat beradaptasi dan pulih lebih cepat dalam kondisi “normal baru” ini. Inklusi keuangan memungkinkan orang yang terkena pandemi untuk mulai membangun kembali kehidupannya. Hal ini memberikan mereka kemampuan untuk mengakses layanan keuangan, demi memenuhi kebutuhan-kebutuhan penting.

Untuk yang unbanked (masyarakat yang tidak memiliki rekening bank) atau underbanked (masyarakat yang sudah mempunyai rekening namun belum mendapat akses layanan finansial), inklusi tersebut membantu mereka melakukan pembayaran harian secara andal. Membuat masyarakat menjadi inklusif secara digital bakal memudahkan untuk menyertakan mereka secara finansial, yaitu dengan melakukan penyesuaian dan penyediaan akses ke sistem keuangannya.

Hubungan tanpa kontak langsung adalah masa depan, dan fitur utama tersebut akan memungkinkan pengalaman tanpa tatap muka yang aman di saluran mobile –konfirmasi aman serta tanpa gesekan, eKYC, Public Key Infrastucture (PKI), dan kantor paperless.

Tren tersebut berkembang akibat pergeseran yang lebih besar ke arah kesehatan, karena ancaman paparan virus jika datang langsung ke lokasi. Dengan layanan tanpa kontak langsung, tidak akan ada interaksi fisik, tidak ada layar yang disentuh, dan tidak perlu hadir langsung di lokasi. Semua transaksi dilakukan dari jarak jauh.

Masyarakat saat ini menggunakan ponsel untuk segala jenis aktivitas, dan semakin ideal jika bisa digunakan untuk penandatangan digital guna mengonfirmasi transaksi secara aman.

Dalam era kebiasaan baru ini, pelanggan mengharapkan layanan antirumit dan bisa dipersonalisasi pada segala sesuatu yang bersentuhan dengan mereka. Menyediakan metode konfirmasi transaksi yang aman dan tanpa hambatan di seluler akan menjadi kunci untuk memenuhi kebutuhan yang terus berkembang.

Perjalanan pelanggan harus dirancang dengan mempertimbangkan pengalaman yang berpusat pada seluler.

Di era yang sudah melek digital, nasabah mungkin menganggap kunjungan ke bank merepotkan, maka bank harus fokus mengurangi aktivitas yang membuang-buang waktu serta membuat frustrasi.

Pelanggan di era normal baru, mengurangi kontak tatap muka dan menginginkan kemampuan melakukan semua jenis transaksi keuangan terlepas dari waktu dan lokasi. eKYC memberikan kesempatan untuk membuka akun dari jarak jauh, dan harusnya digunakan untuk orientasi pelanggan, verifikasi identitas, dan autentikasi pengguna yang sedang berlangsung. Prosedur ini tidak hanya efisien, mulus dan hemat biaya, tetapi juga membantu meningkatkan citra bank.

Kita cenderung menerima begitu saja pengamanan yang telah dikembangkan di dunia fisik untuk memastikan keabsahan individu.

Seiring dengan pertumbuhan transaksi daring, mekanisme keamanan fisik ini harus direplikasi untuk memenuhi kebutuhan dunia digital.

Kami mencari kepastian bahwa pemrakarsa transaksi yang diklaim sebenarnya adalah sah. Public Key Infrastucture (PKI) memastikan tingkat keamanan dan kepercayaan untuk transaksi yang dilakukan secara digital.

Tanda tangan digital dari PKI menciptakan bukti yang persisten dan tahan gangguan, yang mana transaksi elektronik rentan membawa risiko hukum tinggi atau persyaratan kepatuhan.

Mayoritas bank menandatangani banyak dokumen kertas dengan pelanggan mereka, yang menyebabkan biaya signifikan terkait dengan pencetakan, logistik, dan penyimpanan. Hal ini juga membatasi layanan pelanggan untuk interaksi langsung di kantor cabang.

Perluasan layanan dan pertumbuhan pelanggan akan menyebabkan bank mengurangi biaya dan waktu untuk dokumen, dan menurunkan risiko kesalahan.

Kantor tanpa kertas memberikan solusi efektif yang menggunakan saluran digital guna melaksanakan dan menandatangani perjanjian secara digital, memastikan integritas dan penulisan dokumen-dokumen. Ini lebih nyaman dan dapat diakses oleh pelanggan. Seaman dan seefektif metode tradisional.

Hal itu juga memiliki kemampuan ekstensif untuk menyelesaikan masalah guna menghindari risiko hukum yang mungkin timbul jika pelanggan menyengketakan operasinya.

Kami melihat pentingnya inklusi digital dan keuangan; bagaimana memiliki konfirmasi tanpa gesekan, bersama dengan fitur eKYC, PKI, dan kantor tanpa kertas–dapat memberikan pengalaman pelanggan tanpa kontak dengan menggunakan perangkat seluler yang aman, tentunya demi memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang.

Kegagalan untuk memenuhi harapan tersebut, dapat mengakibatkan nasabah beralih atau memilih bank lain. Hal yang terpenting adalah kepuasan dan kepercayaan pelanggan. Kepercayaan pelanggan, bagaimanapun, adalah hal terpenting dalam ekonomi digital.[]

Penulis adalah VP Business Development Asia Pacific and Japan Airome Technologies