NEWS : Teknologi Open Cloud Hybrid, Solusi Transformasi Digital yang Diklaim Murah

Teknologi Open Cloud Hybrid, Solusi Transformasi Digital yang Diklaim Murah

Teknologi Open Cloud Hybrid, Solusi Transformasi Digital yang Diklaim Murah
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Oktarina Paramitha Sandy Rabu, 21 Oktober 2020 - 17:15 WIB

Cyberthreat.id – Pandemi Covid-19 selama tujuh bulan terakhir memaksa perubahan cara kerja segala sektor industri. Proses transformasi digital pun dipaksa dalam tempo yang cepat.

Menurut survei Red Hat Software, perusahaan perangkat lunak open-source asal AS, sekitar 95 persen eksekutif perusahaan di Asia Pasifik ingin mempercepat tranformasi digital.

Dalam survei yang dilakukan pada November 2019, responden eksekutif mengatakan tranformasi digital semakin penting dan sebagai salah satu strategi untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan bisnis.

Wakil Presiden Direktur dan Manajer Umum, APAC, Dirk-Peter van Leeuwensenior, mengatakan, pandemi Covid-19 mengubah banyak perusahaan untuk bertranformasi digital menyesuaikan kebutuhan dari konsumen yang cenderung beralih ke serbainternet.

Menurut Leeuwensenior, untuk mendukung tranformasi digital, organisasi bisa memanfaatkan open cloud hybrid. Teknologi ini dapat memberikan organisasi solusi yang inovatif guna mempercepat tranformasi dan menghadapi potensi ancaman di masa depan.

Open cloud hybrid –kombinasi antara open-source (sumber terbuka) dan cloud hybrid—yang memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, tanpa harus melakukan pembaruan dengan biaya yang mahal.

Ini lantaran open cloud hybrid dibangun di atas perangkat lunak open-source, kata Leeuwensenior di acara Red Hat Forum APAC 2020 yang diadakan secara Virtual, Rabu (21 Oktober 2020). Tak hanya itu, teknologi ini juga memudahkan pengguna untuk mengembangkan platform manajemen cloud sesuai kebutuhan.

Red Hat Forum Asia-Pacific merupakan platform bagi pelanggan dan mitra untuk mengenalkan tren dan perkembangan open-source lebih dalam, berbagi pengalaman dalam menerapkan open-source dalam strategi transformasi mereka.[]

Redaktur: Andi Nugroho


Standardisasi dan Validasi Teknologi