NEWS : ‘The Social Dilemma’: Sisi Negatif Bisnis Media Sosial
RESENSI FILM

‘The Social Dilemma’: Sisi Negatif Bisnis Media Sosial

‘The Social Dilemma’: Sisi Negatif Bisnis Media Sosial
Foto: imdb.com
Tenri Gobel Minggu, 04 Oktober 2020 - 12:42 WIB

Cyberthreat.id – Media sosial dihadirkan untuk menghubungkan orang-orang di mana pun mereka berada. Namun, di balik itu ternyata menimbulkan berbagai dampak negatif dalam penciptaannya.

Hal itu yang digambarkan dalam sebuah film dokumenter yang disiarkan di layanan streaming Netflix garapan sutradara Jeff Orlowski berjudul The Social Dilemma.


Judul: The Social Dilemma | Sutradara: Jeff Orlowski | Produser: Larissa Rhodes | Penulis skenario: Davis Coombie, Vickie Curtis | Pemain: Tristan Harris, Jeff Seibert, Bailey Richardson | Produksi: Exposure LabsDistributor: Netflix | Tanggal rilis: 9 September 2020 | Durasi: 94 menit


Dirilis pada 9 September lalu, film ini mencerminkan sebuah dilema sosial dari media sosial. Film ini berisi wawancara dari berbagai narasumber yang pernah menjadi karyawan perusahaan medsos juga pakar dari universitas ternama.

Film berdurasi 94 menit itu menggambarkan beberapa sisi media sosial, mulai dari apa yang dijual oleh media sosial, bisnis modelnya, data-data apa saja yang dilihat dan digunakan media sosial, bagaimana media sosial bekerja untuk merekomendasikan sesuatu yang sesuai dengan minat penggunanya melalui kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga pada akhirnya sisi negatif media sosial.

The Social Dilemma menyoroti bahwa perusahaan teknologi yang menghadirkan media sosial melakukan manipulasi dengan memainkan psikologi manusia yang kemudian ditujukan untuk membuat pengguna kecanduan untuk menggunakan media sosial. Berbagai fitur dibuat oleh para desainer dari berbagai platform media sosial pun agar pengguna tidak meninggalkan media sosial.

Berawal dari kecanduan terhadap media sosial, dalam film dokumenter ini digambarkan sebagai sesuatu yang kemudian bisa berdampak negatif terhadap kesehatan mental, disinformasi atau hoaks, hingga ke politik polarisasi.

The Social Dilemma tak hanya menampilkan wawancara dengan berbagai narasumber, tetapi juga sebuah ilustrasi bagaimana sebuah AI berjalan untuk membuat segala hal yang dilihat di media sosial itu sesuai dengan minat kita, hingga pada akhirnya itu akan menghasilkan sebuah profit atau keuntungan bagi platform media sosial.

Dari pemilihan narasumber, The Social Dilemma “cukup berhasil” dalam menggambarkan sisi negatif dari media sosial ini. Itu terlihat dari narasumber yang dihadirkan merupakan mantan karyawan dari berbagai platform media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Google, dan sejenisnya, yang memang perhatian dan khawatir terhadap sisi negatif media sosial tersebut. Bahkan, mereka yang terjun langsung mendesain produk dan fitur-fitur yang kini pengguna gunakan pun tidak menyangka bahwa itu bisa membawa dampak negatif ke orang-orang.

Selain itu, pengalaman narasumber yang diceritakan terkait apa yang dilakukan platform media sosial ini tergambarkan dengan jelas dengan tambahan ilustrasi yang ditampilkan.

Ilustrasi yang ditampilkan mencoba menggambarkan ungkapan para narasumber ini mempermudah untuk menyerap informasi yang narasumber coba untuk jelaskan terkait sebuah hal yang cukup rumit untuk dijelaskan, yakni cara kerja sebuah “mesin” yang diciptakan untuk mempelajari pengguna.

Film dokumenter ini menyajikan setiap rangkuman pesan dari para narasumber yang digambarkan sebagai sebuah perhatian terdalam dari para mantan karyawan media sosial ini.

Salah satu rangkuman pesan yang disampaikan narasumber di dalam film ini adalah pengguna menggunakan media sosial secara gratis tidak dikenakan biaya oleh platform, melainkan pengiklan yang membayar produk yang pengguna gunakan. Artinya, jika pengguna tidak membayar produknya, berarti penggunalah produk itu sendiri.[]

Redaktur: Andi Nugroho


Standardisasi dan Validasi Teknologi