NEWS : Berapa Kebutuhan SDM Keamanan Siber di Indonesia, Ini Penjelasan BSSN

Berapa Kebutuhan SDM Keamanan Siber di Indonesia, Ini Penjelasan BSSN

Berapa Kebutuhan SDM Keamanan Siber di Indonesia, Ini Penjelasan BSSN
Ilustrasi | Foto: Unsplash
Oktarina Paramitha Sandy Senin, 21 September 2020 - 15:36 WIB

Cyberthreat.id – Direktur Proteksi Ekonomi Digital Badan Siber dan Sandi Negara, Anton Setiyawan, mengatakan, saat ini kebutuhan sumber daya manusia di bidang keamanan siber terus meningkat, terlebih saat ini metode serangan siber mengalami evolusi.

"Pada 2020 ini serangan siber terus berevolusi, belum lagi tool-tool untuk serangan juga semakin beragam,” kata Anton dalam Pekan Industri 4.0 @online: Keamanan Siber di Era Industri 4.0 yang diadakan Asosiasi Cloud Computer Indonesia (ACCI), Senin (21 September 2020).

Dengan kondisi seperti itulah, kata dia, sangat dibutuhkan banyak SDM dengan kompetensi keamanan siber.

Berdasarkan data  BSSN, saat ini terdapat 9.804 kesempatan kerja di bidang industri keamanan siber di Indonesia. Sementara, instansi yang menyediakan kesempatan kerja, BSSN mencatat terdapat 650 instansi penyelenggara negara dan 1.000 instansi penyelenggara layanan publik.

Dengan jumlah tersebut, kata dia, bisa diasumsikan masing-masing instansi membutuhkan paling sedikit lima orang yang memiliki kompetesi keamanan siber. Total, SDM yang dibutuhkan adalah 18.054 orang.

Berkaitan kebutuhan SDM, pada tahun lalu BSSN telah meluncurkan Peta Okupasi Keamanan siber yang menjadi rujukan strategis pembangunan SDM Indonesia, pembentukan sertifikasi SDM di bidang keamanan siber, hingga bagian strategi penanggulangan insiden keamanan siber nasional.

Menurut Anton, peta okupasi tersebut memetakan berbagai profesi keahlian terkait keamanan siber berdasarkan standar kompetensi, kualifikasi, sertifikasi dan level kompetensi nasional. Peta okupasi ini dapat dimafaatkan sebagai acuan untuk menciptakan SDM yang berintegritas, tanggap terhadap setiap risiko kemanan siber dan lainnya.

"Peta okupasi telah dilengkapi dengan rancangan jenjang karier sehingga kita tahu bagaimana kebutuhan SDM keamanan siber di Indonesa,” ujar dia.

Tak hanya peta okupasi nasional, Anton menambahkan pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan jumlah SDM di bidang keamanan siber melalui program beasiswa talenta digital.

Berikut ini 10 okupasi di bidang keamanan siber yang paling dibanyak cari, antara lain:

  • Penetration Tester
  • Security Analyst
  • IT Security Analyst
  • Threat Hunter
  • Security Engineer/ IT Security Engineer
  • Chief Security Officer
  • Network Security Analyst
  • Security Auditor/ IT Security Auditor
  • IT Security Manager
  • Cyber Defence Forensic.[]

Redaktur: Andi Nugroho


Standardisasi dan Validasi Teknologi