NEWS : Antisipasi Hoaks, WhatsApp Rilis Fitur Cek Fakta Pesan yang Diteruskan

Antisipasi Hoaks, WhatsApp Rilis Fitur Cek Fakta Pesan yang Diteruskan

Antisipasi Hoaks, WhatsApp Rilis Fitur Cek Fakta Pesan yang Diteruskan
Fitur cek fakta dari WhatsApp
Faisal Hafis Rabu, 05 Agustus 2020 - 21:00 WIB

Cyberthreat.id - Platform perpesanan milik Facebook, WhatsApp, merilis fitur baru yang memungkinankan pengguna memeriksa keakuratan informasi yang diteruskan dari pengguna lain.

Fitur bernama "Searh the Web" dapat digunakan dengan mengklik ikon kaca pembesar yang terdapat di sebelah pesan yangg diteruskan (forwarded message) yang biasanya ditandai dengan ikon panah ganda.

Ikon panah ganda ini membantu pengguna untuk mengetahui bahwa pesan yang mereka terima tidak dibuat langsung oleh teman atau keluarga mereka, sehingga berpotensi memuat konten hoaks atau disinformasi.

"Dengan menyediakan cara sederhana untuk mencari dan memeriksa pesan yang telah diteruskan berulang kali, kami berharap dapat membantu pengguna  menemukan hasil pencarian berita atau sumber informasi lain mengenai konten yang telah mereka terima," kata WhatsApp dalam posting blog, diakses Rabu (5 Agustus 2020).

Ketika pengguna mengklik ikon kaca pembesar, pengguna akan ditampilkan pemberitahuan berbunyi "Apakah Anda ingin mencari pesan ini di web? Pesan ini akan diunggah ke Google". Apabila pengguna memilih opsi "Cari di Web", pengguna akan dihubungkan dengan informasi dari media terpercaya dan hasil pencarian fakta pihak ketiga.

Sebagai contoh, pesan hoaks yang sempat viral yang menyebutkan air rebusan bawang putih dapat menyembuhkan virus Covid-19. Dengan mengklik ikon kaca pembesar, pengguna akan dihubungkan dengan sejumlah informasi tepercaya dan fakta-fakta terkait di laman pencarian Google.

Kita tahu, WhatsApp memang dikenal sebagai salah satu sarana penyebaran hoaks dan disinformasi. Hal itu juga diperumit dengan sistem enkripsi ujung-ke-ujung yang dipakai WhatsApp, dimana WhatsApp sendiri tidak bisa melihat pesan yang mengalir di platformnya.

Hadirnya fitur baru tersebut sejatinya tidak akan memberantas atau men-take down hoaks dan disinformasi pada aplikasinya. Hanya saja, pengguna diberikan pilihan untuk mencari informasi tepercaya di peramban web Google, tanpa melanggar kebijakan enkripsi ujung-ke-ujung yang diterapkan.

"Fitur pencarian ini bekerja dengan memungkinkan pengguna untuk mengunggah pesan melalui browser. WhatsApp tidak akan melihat pesan tersebut," ujar WhatsApp.

Fitur tersebut sementara baru diluncurkan di Amerika Serikat, Brasil, Inggris, Italia, Irlandia, Meksiko dan Spanyol. Kemungkinan akan diluncurkan juga di beberapa negara lain dalam waktu dekat.[]

Editor: Yuswardi A. Suud


Standardisasi dan Validasi Teknologi