NEWS : Curi 14.000 File Perusahaan, Mantan Karyawan Google Divonis 18 Bulan

Curi 14.000 File Perusahaan, Mantan Karyawan Google Divonis 18 Bulan

Curi 14.000 File Perusahaan, Mantan Karyawan Google Divonis 18 Bulan
Anthony Levandowski | Foto: TechCrunch
Andi Nugroho Rabu, 05 Agustus 2020 - 10:08 WIB

Cyberthreat.id – Mantan karyawan Google Anthony Levandowski dijatuhi hukuman 18 bulan karena mencuri rahasia dagang dari Google sebelum dirinya menjadi kepala Uber Technologies.

Rahasia dagang tersebut terkait dengan mobil otonom alias bergerak tanpa disopiri dan dikendalikan dengan komputer.

Hakim Distrik AS William Alsup di San Fransisco mengatakan, Levandowski akan menjalani masa tahanan setelah pandemi Covid-19 mereda.

Alsup mengatakan, hukuman penjara singkat akan menjadi pembelajaran bagi setiap insinyur brilian di masa depan ketika mencuri rahasia dagang.

Hakim berusia 75 tahun itu, yang telah terlibat dalam litigasi Silicon Valley selama hampir lima dekade, menggambarkan hukuman Levandowski sebagai "kejahatan rahasia dagang terbesar yang pernah saya lihat."

"Miliaran [dolar] di masa depan memiliki pengaruh, dan ketika insentif keuangan semacam itu ada, orang baik akan melakukan hal-hal buruk, dan itulah yang terjadi di sini," kata Alsup seperti dikutip dari Reuters, diakses Rabu (5 Agustus 2020).

Jaksa penuntut sebelumnya menuntut hukuman penjara selama 27 bulan.

Sementara itu, Levandowski meminta kurungan satu tahun di rumahnya di Marin County. Ini lantaran serangan pneumonia dalam beberapa tahun terakhir akan membuatnya rentan terhadap kematian dari virus corona baru saat di penjara.

Pengacaranya juga meminta hakim untuk mempertimbangkan kembali bahwa penyelidik juga tidak menemukan bukti bahwa "Levandowski menggunakan rahasia dagang Google apa pun setelah meninggalkan pekerjaan Google."

Levandowski didakwa memindahkan kurang lebih 14.000 file Google termasuk jadwal pengembangan dan desain produk ke laptop pribadinya sebelum meninggalkan perusahaan pada 2016 dan bergabung di Uber.

Di Uber, dirinya secara singkat memimpin unit mobil otonom lantaran perusahaan memecat dia pada 2017.

Levandowski, yang sekarang menjalankan perusahaan truk self-driving Pronto, meminta maaf kepada Google dan mengatakan ia berencana untuk berbagi kisah penyesalannya dengan orang lain di industri teknologi.

"Hari ini menandai akhir dari tiga setengah tahun yang panjang dan awal dari jalan panjang di depan," katanya dalam sebuah pernyataan.[]


Standardisasi dan Validasi Teknologi