NEWS : Aktivitas Daring Anak-anak Indonesia Naik Saat Pandemi, Waspada Malware!

Aktivitas Daring Anak-anak Indonesia Naik Saat Pandemi, Waspada Malware!

Aktivitas Daring Anak-anak Indonesia Naik Saat Pandemi, Waspada Malware!
Kaspersky Safe Kids
Yuswardi A. Suud Selasa, 14 Juli 2020 - 11:10 WIB

Cyberthreat.id - Perusahaan keamanan siber asal Rusia, Kaspersky, menemukan aktivitas daring (online) anak-anak Indonesia meningkat selama pandemi Covid-19. Di sisi lain, jika tanpa pengawasan, potensi ancaman berupa jebakan phishing atau terinfeksi malware juga meningkat.

Temuan Kaspersky, pada periode Januari hingga Mei 2020, aktivitas online anak-anak Indonesia meningkat. Khususnya pada platform komunikasi. Temuan ini berdasarkan data anonim yang dikumpulkan oleh Kaspersky Security Network (KSN) dari pengguna Kaspersky Safe Kids di platform Windows dan macOS di Indonesia.

"Pandemi saat ini menunjukkan banyak peluang oleh internet, yang memungkinkan kita melanjutkan kehidupan serta pekerjaan dengan nyaman di rumah. 91% pengguna internet di Indonesia adalah anak-anak terutama berusia 15-19. Sangat penting bagi orang tua untuk membimbing dengan serius, mulai dari usia muda, tentang bagaimana mereka belajar, berkomunikasi, dan bersenang-senang di platform dengan aman," kata Yeo Siang Tiong, General Manager Kaspersky untuk Asia Tenggara dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/7/2020).

Pada Januari, Kaspersky mencatat presentase minat anak Indonesia terhadap media sosial sebanyak 21,94%. Di bulan Mei, angka ini meningkat menjadi 22,74%.

Pandemi Covid-19 yang memaksa sekolah-sekolah menggunakan platform daring, membuat penggunaan internet juga meningkat drastis. Jika tidak berhati-hati, anak-anak yang menggunakan perangkat milik orang tuanya bisa terjebak dalam ancaman siber.

"Misalnya, anak yang menggunakan laptop kantor orang tuanya untuk mengunduh program yang mengandung malware dapat mengakibatkan hilangnya data pekerjaan, serta memungkinkan surel mereka dibajak untuk meluncurkan kampanye spam. Oleh karena itu, penting untuk mendidik anak-anak tentang praktik kebersihan siber yang baik karena ancaman dunia maya yang dihadapi anak-anak dan organisasi, semuanya saling terkait ketika garis antara perusahaan dan keamanan rumah jadi semakin kabur," kata Yeo Siang Tiong.

Malware  adalah perkakas lunak jahat. Semua program berbasis komputer yang bisa berjalan di smartphone dan komputer yang dirancang untuk menyerang, merusak, atau membahayakan sistem informasi—dengan cara yang khas masing-masing pembuatnya.

Malware ada yang berusaha mengeksploitasi ponsel Anda, ada pula yang ingin mencuri data pribadi, ada yang mengumpulkan informasi kredensial akun online Anda, atau menjadi mata-mata (spionase) di dalam perangkat.

Jadi, berhati-hatilah dan awasi setiap penggunaan perangkat yang terkoneksi dengan internet oleh anak-anak Anda.[]


Standardisasi dan Validasi Teknologi