NEWS : Kepala BSSN Harap Kerja Sama Siber dengan Australia Tetap Berlanjut

Kepala BSSN Harap Kerja Sama Siber dengan Australia Tetap Berlanjut

Kepala BSSN Harap Kerja Sama Siber dengan Australia Tetap Berlanjut
Kepala BSSN Hinsa Siburian. | Foto: Arsip BSSN
Oktarina Paramitha Sandy Selasa, 30 Juni 2020 - 14:00 WIB

Cyberthreat.id – Badan Siber dan Sandi (BSSN) menggelar diskusi virtual tentang keamanan siber dengan Kedutaan Besar Australia di Indonesia, Senin (29 Juni 2020).

Diskusi virtual ini membahas sejumlah topik strategis, antara lain tentang ancaman serangan siber selama pandemi Covid-19, dialog dan relasi bilateral, peluang kolaborasi, dan keamanan siber terkini.

Kepala BSSN, Hinsa Siburian, mengatakan, diskusi digelar sebagai tindak lanjut dari MoU on Cyber Cooperation antara kedua negara sejak 2018.

"Indonesia sangat mengapresiasi dan berterima kasih karena MoU tersebut telah memberi banyak manfaat bagi peningkatan kapasitas siber Indonesia melalui beberapa kegiatan sesuai dengan work plan MoU” ujar Hinsa seperti dikutip dari situs web BSSN.

Kerja sama di bidang siber tersebut akan berakhir pada 31 Agustus 2020. Namun, Hinsa berharap MoU bisa diperpanjang hingga 2024.

“Saya sangat berharap, kerja sama yang ada dapat terus berlanjut dan kedua pihak senantiasa berkomitmen untuk melindungi ranah siber dari berbagai ancaman siber yang selalu berkembang sehingga kita dapat menciptakan ekosistem siber yang aman dan kondusif,” tutur Hinsa.

Hinsa menyebutkan, ruang lingkup kerja sama selama ini, meliputi sharing of information and best practice, capacity building and strengthening the connection, digital economy, cybercrime, dan cyber dialogue.

“Yang sudah dilaksanakan berdasarkan kesepakatan ini di antaranya cyber bootcamp, workshop, cyber business connection, best practice sharing, fellowship program dan sebagainya."

Selain itu, kata Hinsa, Politeknik Siber dan Sandi Negara telah melakukan penjajakan kerja sama dalam penelitian yang dilakukan dengan Macquirie University dan Melbourne University. Salah satu topik kerja sama penelitian ialah security awareness bagi anak-anak dan remaja.

Hinsa berharap kerja sama tersebut bisa membuka pertukaran pelajar, pertukaran dosen, dan pemberian beasiswa.

Duta Besar Australia untuk urusan dunia maya, Tobias Feakin, menyambut baik sejumlah kegiatan yang sudah terlaksana, salah satunya, cyber bootcamp.

“Program ini memberikan kesempatan yang baik bagi partisipan untuk berdiskusi tentang isu siber terkini dan berbagi pengalaman,kami juga berharap Australia dapat memberikan program cyber security long term award," ujar Tobias.

Namun, terdapat beberapa program yang terkendala karena masa pandemi seperti Cyber Policy Dialogue ke-3 yang seharusnya terlaksana tahun ini.[]

Redaktur: Andi Nugroho


Standardisasi dan Validasi Teknologi