INFORIAL : Green Data Center untuk Bisnis Jangka Panjang di Era Digital

Green Data Center untuk Bisnis Jangka Panjang di Era Digital

Green Data Center untuk Bisnis Jangka Panjang di Era Digital
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Andi Nugroho Senin, 15 Juni 2020 - 14:30 WIB

SPACE DC, perusahaan pusat data (data center) Singapura menerbitkan sebuah laporan baru yang membahas mengenai pertimbangan-pertimbahan utama dan dampak yang dihadapi oleh ledakan ekonomi digital.

Laporan bertajuk “Green Data Center” itu menyebetkan, penyimpanan data digital akan menghasilkan 14 persen dari emisi karbon dunia pada tahun 2040.

Di Indonesia, SpaceDC merancang dan mendorong isu pertama tentang “Green Data Center”. Dalam laporan itu, juga menganalisis manfaat dan tren pertumbuhan berkelanjutan dari pusat data, demikian siaran pers yang diterima redaksi Cyberthreat.id, awal Juni lalu.

Di era digital saat ini, data adalah sumber yang sangat penting dan menjadi andalan layanan digital sehari-hari, seperti ride hailing, pembelian secara digital, atau hampir semua transaksi online.

Aplikasi big data seperti layanan cloud telah menjadi tulang punggung bagi banyak perusahaan, yakni dapat meningkatkan proses bisnis secara signifikan.

Layanan cloud publik diperkirakan dapat memberikan dampak kontribusi ekonomi sekitar US$ 450 miliar di seluruh Asia, antara tahun 2019 dan 2023.

Seiring dengan peningkatan penggunaannya, pusat data tidak hanya akan menghadapi masalah biaya listrik yang lebih tinggi dan kebutuhan akan infrastruktur yang tangguh dan handal, tetapi juga dampak terhadap lingkungan yang sering kali tidak dapat dipulihkan.

Dengan pandangan inilah, pemerintah di seluruh dunia telah memberlakukan peraturan yang lebih ketat tentang emisi karbon yang digunakan oleh sektor teknologi.

Contohnya larangan yang diberlakukan Beijing pada pusat data dengan power usage effectiveness (PUE) 1,5 atau lebih tinggi.

Sejak itulah, mulai terlihat lebih banyak perusahaan mengevaluasi kembali metodelogi ramah lingkungan mereka dan bergerak menuju Green Data Center.

Awal tahun ini, raksasa teknologi, Microsoft, berkomitmen menjadi perusahaan dengan karbon negatif pada 2030.

"Globalisasi digital akan terus melambung dan sangatlah penting untuk organisasi saat ini dibandingkan sebelumnya untuk menerapkan cara-cara yang lebih cerdas dan lebih bersih dalam mengkonsumsi energi agar tetap kompetitif," kata CEO SpaceDC Darren Hawkins.

“Selain efisiensi biaya, Green Data Center adalah kunci model bisnis masa depan yang berkelanjutan dan jangka panjang.”[]

-------------------------------

Ikuti Talkshow #CyberCorner Ekosistem Ruang Siber Indonesia, Seperti Apa? yang akan digelar pada Selasa 8 Desember 2020 pada pukul 15.00 - 17.00. Anda bisa mendaftarkan diri di : https://b1.jumpa.id/1735053/register

-------------------------------


Standardisasi dan Validasi Teknologi