NEWS : Ketika Mudik Dilarang, Lebaran pun Virtual, Ini Kata Mereka
SILATURAHMI ONLINE

Ketika Mudik Dilarang, Lebaran pun Virtual, Ini Kata Mereka

Ketika Mudik Dilarang, Lebaran pun Virtual, Ini Kata Mereka
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Oktarina Paramitha Sandy Sabtu, 23 Mei 2020 - 20:00 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id – Tahun ini adalah untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, pemerintah melarang shalat Idul Fitri di lapangan juga di masjid secara berjamaah.

Pada Selasa (19 Mei 2020), Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengatakan, kegiatan keagamaan yang masih dan menghadirkan kumpulan orang banyak termasuk yang dilarang sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9/2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Itu termasuk bagian yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan karena bukan karena shalatnya itu sendiri, tetapi karena itu merupakan bagian dari upaya menghindari bencana Covid-19 yang termasuk bencana nonalam nasional,” ujar Mahfud MD.

Hal itu disampaikan Mahfud MD usai rapat terbatas “Persiapan Idul Fitri 1141 Hijriah yang dipimpin Presiden Joko Widodo secara telekonferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, sepert dikutip dari Antaranews.com.

Tahun ini pula untuk pertama kalinya pemerintah melarang mudik meski dalam beberapa kesempatan, masih terlihat adanya pergerakan orang ke daerah secara terang-terangan juga sembunyi.

Di tengah larangan itu, terpaksa momentum Idul Fitri kali ini, masyarakat harus bersilaturahmi secara virtual (daring). Masyarakat disarankan untuk melakukan silahturami melalui aplikasi telekonferensi video.

Lantas, bagaimana tanggapan dan persiapan masyarakat untuk melakukan silaturahmi online? Tanggapan berikut ini, Cyberthreat.id kumpulkan pada Sabtu (23 Mei 2020).

Anisa Putri (23), staf bank, Jakarta Selatan

Lebaran kali ini beda banget sih daripada sebelumnya. Kalau lebaran sebelumnya saya pasti pulang ke Surabaya untuk lebaran bersama keluarga.

Cuma karena ada imbauan buat tidak pulang kampung dan tidak ada cuti, untuk lebaran kali ini paling aku video call pakai aplikasi WhatsApp.

Alasan pakai WhatsApp karena orang rumah, terutama ibu aku lebih terbiasa pakai WhatsApp dibandingkan aplikasi lain.


Dinda Aulia (24), karyawan swasta, Depok, Jawa Barat

Lebaran ini aku enggak pulang sih. Sejak awal puasa aku sudah mutusin buat enggak pulang. Toh, ada aplikasi video call kan. Jadi, kalau mau silaturahmi tinggal pakai WhatsApp aja.

Paling yang menjadi masalah soal jaringan sih. Aku yakin semua orang bakalan video call karena enggak bisa mudik kan. Mudahan jaringannya bagus sih. Jadi, enggak putus-putus gitu.

Kalau video call paling pakai WhatsApp, soalnya mamaku lebih sering pakai WhatsApp, kalau pakai yang lain entar malah enggak ngerti.


Dhimas Mahardika (23), karyawan swasta, Morowali, Sulawesi Tengah

Lebaran ini enggak pulang sih, dan kebetulannya tetap kerja di sini. Paling video call ke keluarga malam pas sudah selesai kerja.

Video call pakai Whatsapp karena keluarga cuma pakai itu. Kendalanya paling soal jaringan sih, soalnya di sini cuma ada Telkomsel dan bandwidth-nya terbatas. Jadi kalo banyak yang pakai bakal lemot banget. Ada wi-fi sih cuma ya sama aja yang pakai banyak.


Prana Harish (22), mahasiswa, Malang, Jawa Timur

Lebaran sih paling di kos saja, enggak bisa pulang juga dan dilarang sama orang tua. Mau ke tempat kakak yang di Jakarta juga dilarang sama keluarga, takutnya malah kenapa-kenapa.

Paling nanti pagi-pagi kita maaf-maafan pakai video call di WhatsApp sama keluarga yang lain.

Orang tua, om, tante, dan yang lain kebiasaan pakai WhatsApp, dan ini bukan lebaran pertama kita nggak kumpul. Jadi, keluarga sudah terbiasa lebaran online.


Niken Dwi (25), karyawan swasta, Jakarta Selatan

Sebenarnya aku sama saudara pada tinggal di Jakarta. Kalau lebaran biasanya ngumpul di rumah saudara yang paling tua, tapi karena virus corona ini, ya paling kita video call pakai WhatsApp sih, soalnya orang-orang akrabnya pakai itu.

Kendalanya paling soal jaringan soalnya kan ini semua orang telepon dan video call. Bisa ditebak dong trafik internet bakal gimana kalau banyak yang pakai kan?[]

Redaktur: Andi Nugroho


Standardisasi dan Validasi Teknologi