NEWS : Pertama dalam Sejarah, Indonesia Gelar Takbir Malam Lebaran Virtual

Pertama dalam Sejarah, Indonesia Gelar Takbir Malam Lebaran Virtual

Pertama dalam Sejarah, Indonesia Gelar Takbir Malam Lebaran  Virtual
Ilustrasi takbir virtual | /PMJ News
Yuswardi A. Suud Sabtu, 23 Mei 2020 - 17:00 WIB

Cyberthreat.id - Bagi umat Islam di Indonesia, biasanya malam lebaran dirayakan dengan takbiran keliling, meneriakkan asma Allah di jalanan. Orang-orang  memeriahkannya dengan keluar rumah. Menumpang kendaraan terbuka atau berjalan kaki untuk memeriahkan malam lebaran.

Namun, lebaran kali ini hal itu tak bisa dilakukan. Wabah virus corona yag menjangkiti seluruh dunia membuat pemerintah memutuskan tak boleh ada pawai takbiran keliling. Kerumunan orang-orang dikhawatirkan akan berisiko menularkan virus corona.

Tahun ini, untuk pertama kalinya Indonesia memutuskan meniadakan malam takbiran di dunia nyata. Sebagai gantinya, Kementerian Agama menggelar takbir virtual nasional lewat konferensi video. Hal ini terpaksa dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan, acara "Takbir Virtual Nasional dan Pesan Idul Fitri" akan dilakukan secara virtual dari Masjid Istiqlal pada Sabtu malam (23 Mei 2020) dimulai pukul 19.30 WIB.

"Menyambut hari kemenangan 1 Syawal 1441 Hijriyah, Kemenag  berharap seluruh umat muslim tetap dapat bersukacita meskipun kita harus melaluinya di tengah pandemi. Oleh karenanya, kita membuat program Takbir Virtual Vasional dan pesan Idul Fitri dari Istiqlal," kata Kamaruddin Amin, di Jakarta, seperti dilaporkan Antara.

Takbir virtual itu, menurut Komarudin, rencananya akan diikuti oleh Presiden Joko Widodo dan wakil presiden Kyai Haji Ma'ruf Amin melalui sambungan konferensi video.

"Menag Fachrul Razi, Wamenag Zainut Tauhid serta tokoh-tokoh muslim juga rencananya akan mengikuti program ini melalui video konferensi," katanya.

"Tayangannya akan disiarkan live melalui akun YouTube dan Facebook resmi Kementerian Agama serta TV pool di TVRI," tambah Kamaruddin.

Takbir virtual, kata dia, agar dapat mengobati Kerinduan umat Islam terhadap ritual malam takbiran yang biasanya dilakukan menjelang 1 Syawal.

"Jadi malam ini kita bisa tetap bertakbiran bersama meski lewat virtual. Mari kumandangkan takbir dari rumah kita masing-masing dengan suka cita," kata dia.[]


Standardisasi dan Validasi Teknologi