Sejak WFH, Situs Web Cam Dewasa Ini Punya Panic Button
Cyberthreat.id - Mungkin kita semua sudah mengenal "panic button" yang tersedia seperti di berbagai aplikasi milik unicorn hingga startup. GoJek, misalnya, punya fitur keamanan berupa tombol darurat yang bisa diakses pengguna untuk keselamatan penumpang selama perjalanan.
Jika fitur panic button ditekan, bakal tersambung ke hotline darurat Gojek yang bekerja 24 jam.
Nantinya pengguna akan dimintai data-data terkait kasus yang dialami, seperti nama konsumen, nama mitra pengemudi dan nomor pemesanan. Pada tahap inilah pengguna diminta berhati-hati terutama untuk layanan situs porno atau web cam. Sementara Unit Darurat di GoJek terdiri dari tim internal GoJek yang berkolaborasi dengan Kepolisian.
Bahkan setelah ada laporan dan diverifikasi, maka bantuan akan langsung ke lokasi kejadian. Fitur panic button diapresiasi oleh berbagai pihak seperti Komnas Perempuan karena keberadaannya menciptakan ruang publik yang aman terutama bagi kaum perempuan.
Baru-baru ini sebuah layanan web cam dewasa ImLive[.]com meluncurkan Panic Button untuk membantu pengguna menjaga privasi saat mengakses situs porno atau layanan live web cam. Disebutkan bahwa pandemi Covid-19 telah memaksa orang-orang untuk tetap berada di rumah (work from home/WFH) dan membuat penggunanya memiliki sedikit privasi.
Faktanya, selama pandemi Corona bergulir, akses ke ImLive meningkat sebanyak 15%. Nah, Panic Button hadir melayani pengguna yang sedang mengakses ImLive segera dialihkan ke browser lain ketika mengklik tombol.
Tombol panik disini tidak ada hubungannya dengan pihak keamanan sepeti polisi. Hanya saja, pengguna yang "kegep" (ketahuan) bisa langsung mengelak ke laman lain.
"Sekarang pengguna yang berada di ImLive, apakah mereka sedang menjelajah atau di tengah sesi kamera dengan model, dapat mengklik Tombol Panik (panic button) dan mereka akan ditransfer ke website yang lebih aman untuk bekerja seperti Forbes atau ESPN," tulis situs ImLive dilansir PC Mag, Rabu (1 April 2020).
Wakil presiden ImLive, Adrian Stoneman, mengatakan jika pengguna menekan tombol panik, mereka bisa diarahkan ke situs yang diinginkan seperti CDC.gov atau salah satu pilihan mereka.
Selain itu, model yang sedang berada di sesi cam akan menerima pemberitahuan bahwa pengguna keluar. Pengguna tetap dapat kembali ke sesi dengan mengklik tombol kembali di browser.
"Sekarang orang dapat terlibat dalam interaksi orang dewasa tanpa tertangkap dan lebih percaya diri," kata Stoneman.
ImLive mengatakan tombol panik juga akan hadir di browser (peramban) desktop dan seluler dan akan segera bisa digunakan pada streaming langsung yang bisa digunakan pengguna di situs ImLive[.]com.
Mungkin panic button ini menjadi semacam efek relieve (meringankan) bagi pengguna atau penikmat situs porno atau web cam. Tentu saja di setiap situs porno terdapat berbagai ancaman mulai dari pornware, adware, hingga Malware. Pencurian data juga banyak terjadi dengan modus mengirimkan link-link malicious berbau pornografi. Jadi, pengguna diharapkan waspada dan hindari akses ke situs malicious tersebut.[]
Redaktur: Arif Rahman