NEWS : Mastercard Selamatkan Rp 229 Triliun Menggunakan AI dan ML

Mastercard Selamatkan Rp 229 Triliun Menggunakan AI dan ML

Mastercard Selamatkan Rp 229 Triliun Menggunakan AI dan ML
Ilustrasi
Faisal Hafis Kamis, 26 Maret 2020 - 15:40 WIB

Cyberthreat.id - Sistem otomatisasi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) hingga Machine Learning (ML) semakin masif dan penting digunakan oleh berbagai perusahaan/organisasi untuk memberikan cybersecurity yang lebih baik.

Mastercard baru-baru ini mengungkapkan penggunaan teknologi AI dan Machine Learning sangat efektif membantu bisnis keuangan dan finansial, terutama dalam menghadapi fraud hingga anomali yang terjadi dalam proses-bisnis keuangan.

Tak tanggung-tanggung, perusahaan raksasa yang bergerak di bidang keuangan dan kartu kredit global itu mengklaim berhasil menyelamatkan 14 miliar dolar AS (Rp 229 triliun). Uang yang diselamatkan milik berbagai bank dan institusi finansial yang dinaungi Mastercard.

"Sejak 2018, kami telah membantu bank menyelamatkan 14 miliar USD secara global dengan menggunakan AI untuk mencegah serangan siber. Lebih jauh, alat (anti) penipuan yang kami buat menjadi semakin canggih saat mereka belajar bagaimana penjahat mengembangkan taktik mereka," kata Wakil Presiden Eksekutif Mastercard dikutip ZDNet, Rabu (25 Maret 2020).

Matthew percaya dengan AI, Machine Learning, dan proses yang digerakkan oleh mesin semakin penting dalam memberikan keamanan siber yang lebih baik.

Akan tetapi, Matthew menyebutkan peran manusia dalam penerapan teknologi AI dan ML untuk cybersecurity tetap saja sangat krusial. Manusia, kata dia, berperan dalam banyak tahapan, termasuk melakukan pengawasan dan mengulas atau review terhadap desain sistem AI dan ML itu sendiri.

"Manusia dapat membuat tinjauan manual dan dengan pengalamannya dapat membantu memindahkan keputusan ini ke aturan atau menanamkannya ke dalam model AI dan ML. Jadi, ada kebutuhan konstan untuk memiliki lapisan manusia dalam desain dan tata kelolanya."

"Kami percaya bahwa manusia akan terus memainkan peran integral," tegasnya.

Dalam tahap lebih lanjut, Matthew menjelaskan penerapan AI dan ML memiliki banyak fungsi yang berbeda, tidak hanya untuk sektor cybersecurity saja, tapi banyak sektor lain yang memudahkan dan meningkatkan kualitas hidup manusia.

"AI dapat berjalan di banyak fungsi berbeda, termasuk meningkatkan kualitas perkiraan keuangan kami secara global, membantu pelatihan pengembangan manajemen bakat, mendeteksi anomali dalam pelaporan pengeluaran untuk keperluan audit dan menghilangkan kebutuhan akan tugas berulang," jelasnya. []

Redaktur: Arif Rahman


Standardisasi dan Validasi Teknologi