NEWS : Lindungi Privasi Pengguna, Gojek Samarkan Nomor Telepon

Lindungi Privasi Pengguna, Gojek Samarkan Nomor Telepon

Lindungi Privasi Pengguna, Gojek Samarkan Nomor Telepon
Ilustrasi Gojek | anatawakireiworld.blogspot.com
Faisal Hafis Rabu, 19 Februari 2020 - 19:45 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id - Gojek, perusahaan aplikasi transportasi dan pengantaran makanan, telah memiliki fitur untuk menyembunyikan nomor telepon pengguna ataupun pengemudinya. Dengan fitur ini, pengemudi dan pengguna layanan tidak saling mengetahui nomor telepon masing-masing walaupun berkomunikasi lewat fitur telepon yang disediakan aplikasi Gojek.

Senior Manager Corporate Affairs Gojek, Teuku Parvinanda mengatakan fitur itu dinamakan "Number Masking". Dijelaskan, fitur penyamaran nomor telepon ini menjadi salah satu inovasi Gojek dalam menjaga keamanan dan privasi nomor telepon pengguna.

"Fitur ini bagian dari sistem teknologi keamanan yang lengkap pada platform Gojek untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna saat bertransaksi menggunakan aplikasi Gojek," kata Teuku kepada Cyberthreat.id, Rabu (19 Februari 2020).

Seperti diketahui, sebelum adanya fitur penyamaran nomor telepon ini, nomor telepon pengemudi dan pengguna muncul di layar ponsel masing-masing. Akibatnya, dalam sejumlah kasus, memungkinkan salah satu pihak menghubungi pihak lain untuk hal-hal di luar layanan Gojek lewat aplikasi perpesanan maupun SMS.

Menurut Teuku, dengan adanya fitur penyamaran nomor telepon ini, komunikasi antara pengguna dan pengemudi hanya dibatasi selama kedua pihak terhubung dalam layanan Gojek. Sebab, kedua pihak tidak dapat saling mengetahui nomor teleponnya. Sederhananya, nomor telepon penggguna dan mitra pengemudi akan disembunyikan.

"Saat proses pemesanan layanan, pelanggan akan menerima telepon dari driver dengan nomor yang telah disamarkan pada nomor berawalan +6221 atau +628," ucap Teuku.

Perlu diingat, fitur ini hanya berjalan ketika adanya pemesanan di dalam fitur Gojek. Nantinya, saat pengguna Gojek menghubungi mitra pengemudi atau sebaliknya format nomor teleponnya akan berbentuk +6221-XXX atau +628-XXX untuk menjaga kerahasiaan kedua belah pihak.

Teuku tidak menjelaskan bagaimana mekanisme kerja fitur itu. Namun, penelusuran cyberthreat.id menemukan fitur ini merupakan kerjasama Gojek dengan Exotel, perusahaan telekomunikasi dan telepon berbasis cloud asal India.

Di situs resminya, Exotel menyebut, selain Gojek, perusahaan Indonesia yang menggunakan produk mereka termasuk Tokopedia dan Lazada. Namun, tidak disebutkan apakah Tokopedia dan Lazada memakai fitur yang sama dengan Gojek atau memakai layanan lain dari Exotel.

Exotel menjelaskan, ketika pengguna mengklik tombol 'panggilan' di aplikasi. Nantinya secara otomatis melakukan panggilan ke nomor virtual Exotel. Kemudian, Exotel menjangkau server Anda dengan rincian pengemudi atau penggunanya.

Setelah itu, Exotel memanggil nomor pelanggan atau pengguna yang ditujukan dengan nomor telepon yang dilindungi karena nomor virtual bertindak sebagai jembatan antara kedua belah pihak.


Tangkapan layar situs exotel.com

Untuk menggunakan fitur tersebut pastikan Anda telah memperbarui aplikasi Gojek ke versi terbaru. Kemudian, pesan salah satu layanan Gojek, GoRide, GoCar serta GoCar L (large/besar). Gunakan nomor ponsel yang terdaftar dalam aplikasi untuk memanggil mitra pengemudi.

"Setelah itu, pelanggan dapat menekan tombol atau icon 'telepon' pada aplikasi dan nomor telepon akan secara otomatis tersamarkan di layar teleponnya," tambah Teuku.

Gojek, kata Teuku, juga terus melakukan sosialisasi kepada pengguna, baik pelanggan maupun mitra pengemudinya terkait hadirnya fitur number masking.

"Diharapkan fitur ini mampu meningkatkan pengalaman pelanggan dalam memesan layanan Gojek, sekaligus disaat yang sama dapat memberikan jaminan akan keamanan data berupa nomor telepon pelanggan dan mitra driver," tambah Teuku.[]

Editor: Yuswardi A. Suud


Standardisasi dan Validasi Teknologi