NEWS : Tergoda Agen Cantik Hamas, Tentara Israel Terjerat Malware

Tergoda Agen Cantik Hamas, Tentara Israel Terjerat Malware

Tergoda Agen Cantik Hamas, Tentara Israel Terjerat Malware
Foto-foto gadis cantik yang diduga sebagai agen Hamas | Foto: IDF
Andi Nugroho Senin, 17 Februari 2020 - 14:32 WIB

Cyberthreat.id – Israel menuding kelompok Hamas Palestina telah menggunakan taktik rekayasa sosial (social hacking/social engineering) untuk memikat para tentara Israel. Trik yang dilakukan adalah menyamar sebagai gadis remaja yang cantik dan memikat di media sosial.

Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defence Force), Brigadir Jenderal Hild Silberman, mengatakan, trik tersebut bertujuan agar tentara Israel memasang aplikasi yang terinfeksi malware di ponselnya.

Beberapa tentara telah tertipu, menurut IDF, setelah terkena jebakan penyamaran tersebut. IDF menyatakan, telah mendeteksi infeksi, melacak malware, dan kemudian mengambil infrastruktur peretasan Hamas.

Modus yang dilakukan adalah, “Operasi agen Hamas membuat akun Facebook, Instagram, dan Telegram, kemudian diarahkan ke tentara IDF,” tulis ZDNet, Senin (17 Februari 2020).

IDF mengatakan instansinya telah melacak akun-akun yang dipakai dalam kampanye rekayasa sosial baru-baru ini. Akun tersebut bernama Sarah Orlova, Maria Jacobova, Eden Ben Ezra, Noa Danon, Yael Azoulay, dan Rebecca Aboxis.

Tentara yang terlibat dalam percakapan dengan akun-akun tersebut, akhirnya terpancing untuk memasang salah satu dari tiga aplikasi obrolan, yaitu Catch & See, Grixy, dan Zatu. Agen-agen Hamas itu diduga menjanjikan berbagi lebih banyak foto kepada tentara Israel yang terlibat obrolan itu.


Sumber: IDF


Menurut Silberman, ketika aplikasi itu diunduh, ternyata menunjukkan info bahwa aplikasi rusak dan tak bisa diinstal. Aplikasi dengan sendirinya akan terhapus dari ikon di layar ponsel pengguna. Namun, aplikasi masih tetap berjalan di latar belakang.

Aplikasi berbahaya itu diduga memiliki tugas memanen foto, pesan SMS, kontak, dan lain-lain. Aplikasi juga dapat menginstal malware lain di perangkat, melacak lokasi geografis ponsel secara real-time, dan bahkan mengambil tangkapan layar melalui kamera ponsel.

Ini kedua kalinya agen Hamas melakukan kampanye di media sosial untuk menipu tentara IDF agar memasang malware. Mereka melakukan taktik ini sebelumnya pada Januari 2017.

Agen Hamas melakukan hal serupa pada musim panas 2018, ketika mereka menyembunyikan malware dalam aplikasi kencan berbasis Android bertema Piala Dunia (bahkan, berhasil diunggah di Google Play Store).

Taktik serupa, menurut ZDNet, juga dipakai Hizbullah (kelompok militan di Libanon yang oleh AS dan NATO dicap sebagai grup teroris) untuk menipu para pejabat militer dan tentara Barat agar memasang malware di perangkat.[]


Standardisasi dan Validasi Teknologi