NEWS : Jerman Jadikan Teknologi Cyber Sebagai Aset Negara

Jerman Jadikan Teknologi Cyber Sebagai Aset Negara

Jerman Jadikan Teknologi Cyber Sebagai Aset Negara
Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer
Arif Rahman Sabtu, 15 Februari 2020 - 07:08 WIB

Cyberthreat.id - Sebuah dokumen strategi baru Jerman mengungkapkan rencana pemerintah yang ingin menjadikan teknologi cyber, terutama yang terkait dengan pertahanan negara, sebagai aset utama nasional. Rencana ini sekaligus memberikan perlindungan bagi sektor cyber domestik dari kompetisi internasional.

Pejabat pemerintah Jerman mengawali langkah ini dengan menerbitkan makalah yang menguraikan jenis teknologi cyber yang ingin dibeli pemerintah, baik di dalam negeri, di Eropa atau dari vendor global. Penunjukan teknologi utama berarti pemerintah Jerman bisa mengabaikan aturan Uni Eropa yang mengharuskan akuisisi publik terbuka bagi perusahaan yang ikut serta.

Bidang seperti Artificial Intelligence (AI), peperangan elektronik, operasi jaringan dan kriptologi, dan teknologi informasi dan komunikasi yang terkait pertahanan termasuk dalam kategori yang dianggap sangat penting bagi keamanan nasional sehingga pemerintah ingin menjaga sektor ini tetap sehat.

"Tantangan teknologi untuk keamanan dan pertahanan kami terletak pada bidang digitalisasi dan AI," tulis dokumen strategi baru yang dikeluarkan oleh Kementerian Urusan Ekonomi dan Energi Jerman dilansir Defense News.

"Mempertahankan cybersecurity adalah prasyarat untuk kemajuan digital negara, ekonomi, dan masyarakat, dan sama pentingnya bagi kedaulatan Jerman dan Eropa," tambahnya.

Kebijakan baru ini akan menciptakan 'tarian' yang rumit antara mempertahankan ekosistem industri nasional, sementara Jerman tetap setia pada gagasan Uni Eropa dengan pasar tunggal.

Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer mengatakan, pemerintah tetap fokus pada kemampuan cyber dari perspektif Eropa. Misalnya, para pejabat Jerman tetap bekerja untuk memastikan otoritas Inggris yang relevan tetap terhubung ke jaringan Uni Eropa setelah Brexit.

"Blok (Jerman-Inggris) itu harus meningkatkan kerjasamanya dalam masalah cyber atau berisiko jatuh dan tertinggal di belakang China dan AS," kata Kramp-Karrenbauer pada Konferensi Keamanan Munich, Kamis (13 Februari 2020).

Matthias Wachter, seorang analis pertahanan dengan Federasi Industri Jerman (BDI), mengatakan efek keputusan Jerman menjadikan teknologi cyber sebagai aset nasional akan berdampak kepada investasi.

"Masih harus dilihat bagaimana pemerintah akan menggunakan dokumen strategi baru tentang teknologi nasional utama untuk membuat keputusan investasi," ujarnya.

Sebagai contoh, kata dia, preferensi domestik yang dinyatakan dalam teknologi 'peperangan elektronik' akan diuji dengan pembelian pesawat baru AU Jerman untuk peperangan elektronik di masa yang akan datang. Dalam menjalankannya Jerman punya pilihan apakah membeli Eurofighter buatan Airbus sebagai opsi lokal atau Boeing F-18 Growler dari AS.

"Tidak ada yang mengikat secara hukum dalam dokumen baru tersebut. Tapi jika anda menganggap serius dokumen itu, maka Growler tidak akan menjadi opsi pembelian," ujar Wachter.


Standardisasi dan Validasi Teknologi