NEWS : Pendidikan Cybersecurity Perlu Dikenalkan Sejak Dini

Pendidikan Cybersecurity Perlu Dikenalkan Sejak Dini

Pendidikan Cybersecurity Perlu Dikenalkan Sejak Dini
Ketua Komunitas Honeynet Project Indonesia Charles Lim. | Foto: Cyberthreat.id/Faisal Hafis
Oktarina Paramitha Sandy Selasa, 12 November 2019 - 19:19 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id – Ketua Komunitas Honeynet Project Indonesia, Charles Lim, mengatakan, pengenalan pendidikan keamanan siber (cybersecurity) perlu dimulai sejak dini. Hal ini mengingat generasi muda sekarang telah bersentuhan dengan dunia internet lebih awal.

Terlebih, berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2018, mayoritas pengguna internet di Indonesia berusia antara 15-19 tahun (90 persen dari 171,17 juta).

Charles mengatakan, saat ini Honeynet Project sedang merilis sebuah program yang khusus diperuntukkan bagi pelajar-pelajar sekolah menengah atas (SMA) menyangkut kesadaran keamanan siber. Ia berharap literasi semacam ini bisa dilakukan pula hingga ke level yang paling rendah.

Menurut dia, jika literasi ini bisa dilakukan dari SMA hingga SD, akan sangat baik sekali untuk mata rantai pendidikan internet. Sejauh ini, kata dia, pemerintah masih belum melakukan hal tersebut. Ia berharap pemerintah segera mengeluarkan inisiatif mengenai pendidikan keamanan siber di usia dini.

Dosen dan peneliti di Lab Cyber Security Swiss German University tersebut mengatakan, akan lebih baik lagi jika pemerintah memasukkan pendidikan keamanan siber dalam kurikulum pendidikan agar anak-anak memiliki panduan berinternet.

Charles yang juga akademisi mengatakan, anak-anak bisa dikenalkan dunia pemrograman dan koding sejak dini karena bertujuan untuk mencetak banyak programmer yang andal di Indonesia.

“Di masa yang serba 4.0 ini, tidak salah jika pendidikan koding menjadi hal yang sangat penting. Jadi, basis teknologi itu ada di koding,” kata dia kepada Cyberthreat.id di Jakarta, Kamis (7 November 2019).

Ia menilai tak masalah bila pemerintah harus mengimpor tenaga pendidik dari luar negeri, asalkan “Untuk mengakselerasi sumber daya manusia kita,” ia menegaskan.

Redaktur: Andi Nugroho


Standardisasi dan Validasi Teknologi