NEWS : Paques, Solusi Analisis Big Data di Indonesia

Paques, Solusi Analisis Big Data di Indonesia

Paques, Solusi Analisis Big Data di Indonesia
Stand Paques di acara Cyber Security Indonesia 2019 di JCC, Jakarta, Kamis (7 November 2019). | Foto: Cyberthreat.id/Oktarina Paramitha Sandy
Oktarina Paramitha Sandy Jumat, 08 November 2019 - 12:55 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id – Analisis terhadap mahadata (big data) diyakini dapat memberikan manfaat yang besar untuk pengembangan inovasi perusahaan rintisan (startup). Saat ini cenderung belum banyak startup dan perusahaan besar yang memanfaatkan big data.

Menurut Head of Marketing Paques, Dian Kansil, salah satu permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan besar maupun startup adalah masih banyak yang tidak mengetahui bagaimana cara mengelola mahadata untuk menghasilkan suatu pengetahuan yang dibutuhkan oleh perusahaan.

“Banyak perusahaan yang mempunyai teknologi big data, tapi mereka tidak tahu data itu mau diapakan, padahal dari data itu mereka bisa mendapatkan banyak keuntungan, nah disitu Paques hadir,” kata dia kepada Cyberthreat.id di Jakarta, Kamis (7 November 2019).

Paques adalah perangkat lunak sebagai solusi analisis mahadata buatan Indonesia. Paques telah dipakai oleh sejumlah peruashaan besar lokal, seperti Telkom Indonesia, Telkomsel, Bursa Efek Indonesia, dan sebagainya.

Ada dua manfaat implementasi mahadata, kata Dina, yaitu peningkatan efisiensi produksi perusahaan dan mengetahui kebiasaan atau karakteristik pengguna.

Dengan ketersediaan data, perusahaan bisa memilih data mana yang menguntungkan dan tidak bagi perusahaaan, “Ini akan membantu proses pengambilan keputusan oleh perusahaan jauh lebih cepat dan tepat,” ujar dia.

“Dalam hal produksi, misalnya, big data yang sudah diolah menunjukkan konsumen mereka sukanya apa, butuhnya apa. Jadi, mereka produksi apa yang memang dibutuhkan konsumen,” tutur Dian.

Ke depan Paques tak hanya fokus pada perusahaan besar saja, tetapi juga pada UMKM dan startup.

“Memang data yang mereka punya tidak banyak seperti perusahaan lain, tapi dari data itu mereka akan sangat terbantu khususnya dalam hal produksi agar efisien,” kata Dian.

Menurut dia, keunggulan Paques adalah memiliki modul natural language processing  (NLP) dan kecerdasan buatan (AI) yang memiliki kemampuan untuk mengolah, memahami bahasa dengan teknik menggabungkan berbagai metode termasuk linguistik, semantik, statistik, dan machine learning sehingga mampu memahami konteks secara komprehensif, khususnya dalam Bahasa Indonesia.

Melalui inovasi yang dikembangkan, Paques belum lama ini menerima penghargaan DataGov AI 2019 kategori The Best Big Data Platform yang diselenggarakan oleh Asosiasi Big Data Indonesia (ABDI).

Penghargaan itu diberikan kepada perusahaan dan organisasi yang telah berhasil mengimplementasikan information technology governance, termasuk transformasi teknologi di bidang data dalam menghadapi disrupsi digital dan era ledakan data.

Baru-baru ini Paques meluncurkan tiga produk utama, yaitu;

  • Paques Data Lake –mengolah mahadata yang kompleks dalam waktu yang relatif singkat. Produk ini menjadi repositori (tempat penyimpanan) utama yang mengumpulkan mahadata dari berbagai sumber dan bentuk bervariasi (data terstruktur, semi-terstruktur, atau tidak terstruktur), termasuk metadata dan pada akhirnya menghasilkan visualisasi data yang dapat dijadikan sumber rujukan perusahaan.
  • Paques Data Studio–platform untuk data visualisasi yang menyajikan kemudahan dalam melakukan analisis visual dengan fitur intuitif dan kaya.  Ini perangkat lunak pertama di dunia yang memiliki inovasi, di mana business user dapat melakukan data acquisition, data processing hingga data visualisasi dalam satu platform. Selanjutnya, pengguna dapat mengubah data dari  berbagai sumber ke dalam informasi yang actionable secara cepat dan meningkatkan efisiensi kerja.
  • Paques Data Modeler—fitur yang dirancang untuk kebutuhan para data scientist. Dilengkapi dengan machine learning sehingga pengguna mendapatkan hasil yang akurat dengan mengotomasikan seluruh proses pemodelan prediktif.

Redaktur: Andi Nugroho


Standardisasi dan Validasi Teknologi