NEWS : Imbangi Serangan Siber China, Taiwan Kerjasama AS

Imbangi Serangan Siber China, Taiwan Kerjasama AS

Imbangi Serangan Siber China, Taiwan Kerjasama AS
Code Taiwan | Foto: AIT
Arif Rahman Jumat, 08 November 2019 - 12:31 WIB

Cyberthreat.id - Pemerintah Taiwan mengadakan kerjasama di sektor cybersecurity dengan Amerika Serikat (AS). American Institute in Taiwan (AIT) menggelar latihan cyber war yang disebut merepresentasikan kepentingan AS di negara yang berupa sebiji pulau tersebut.

Pemerintah Taiwan sebelumnya pernah menyatakan serangan dari China daratan adalah ancaman siber utama ke negara tersebut. Namun kolaborasi dengan AS kali ini disebut untuk mengantisipasi serangan dari Korea Utara dan aktor lainnya.

"Berurusan dengan serangan (siber) seperti ini adalah pekerjaan rutin setiap hari," ungkap seorang pejabat Taiwan dilansir BBC, Senin (4 November 2019).

Latihan cyber war AIT bersama AS berlangsung hingga Jumat (8 November 2019). Salah satu metode simulasi adalah mengakali karyawan yang bekerja untuk Pemerintah Taiwan agar bersedia melayani komunikasi berbahaya (malicious) untuk melakukan serangan. Sejumlah perusahaan swasta dilaporkan turut terlibat.

"China daratan tetaplah ancaman utama bagi Taiwan," kata Veerle Nouwens dari Lembaga Pertahanan dan Keamanan Inggris yang berbasis di Taiwan.

Direktur lembaga cybersecurity Taiwan pernah mengatakan, perbulannya Taiwan menerima sekitar 30 juta serangan siber. Lebih dari setengahnya berasal dari China daratan.

"Terlepas dari sumber dan asal serangan, keamanan siber memang harus menjadi prioritas bagi Pemerintahan dan sektor swasta," ujarnya.

Beberapa waktu lalu Taiwan meluncurkan The Cyber ​​Offensive and Defensive Exercises (Code) yang menunjuk Raymond Greene sebagai direktur. Greene menyebut Code sebagai babak baru kerjasama Washington dan Taipei yang jauh lebih advanced.

"Ancaman terbesar saat ini bukanlah pasukan militer yang mendarat di tepi pantai, tetapi upaya para pelaku memfitnah dan mengancam keterbukaan masyarakat dan membahayakan jaringan yang kami miliki," kata Greene.

"Dalam banyak hal, ancaman siber adalah risiko paling signifikan yang mempengaruhi kita semua."

Greene menuturkan, selama ini serangan siber ke Taiwan kerap bertujuan merusak pemilihan umum, mengancam infrastruktur kritis dan melumpuhkan sektor finansial. Negara lain, termasuk Australia, Indonesia dan Jepang ikut serta dalam latihan cyber war kali ini.

Simulasi cyber war Code diawali dengan serangan komputer internasional yang dipimpin AS, yang dikenal sebagai latihan Cyber ​​Storm, yang diadakan setiap tahun.

Menurut Global Taiwan Institute, sebenarnya Taiwan telah berulang kali ingin terlibat dalam simulasi cyber war dengan berbagai negara. Tahun lalu keikutsertaan Taiwan ditolak, tetapi tahun ini dilaksanakan oleh AIT.

"Pengumuman AS berpartisipasi dalam latihan cyber di Taiwan tahun ini mencerminkan pendalaman kerjasama keamanan AS-Taiwan dan menyatukan upaya-upaya lain yang sedang berlangsung antara AS dan Jepang untuk memperkuat kerjasama keamanan cyber," ungkap Russell Hsiao, seorang blogging direktur eksekutif institut AIT yang berbasis di AS.

AIT berencana untuk menindaklanjuti simulasi cyber war pekan ini dengan menggelar road show pada 2020. Mereka bermaksud menghadirkan pakar keamanan cyber Amerika ke Taiwan untuk menjadi tuan rumah seminar di taman sains dan pusat teknologi lainnya.


Standardisasi dan Validasi Teknologi