CYBERNOMICS : Gong Ekonomi Digital Baru Terasa di Jawa

Gong Ekonomi Digital Baru Terasa di Jawa

Gong Ekonomi Digital Baru Terasa di Jawa
Indonesia Internet Expo and Summit (IIXS) 2019
Arif Rahman Kamis, 26 September 2019 - 17:57 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id - Direktur Industri Kecil dan Menengah (IKM) Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur (PBKF) Kementerian Perindustrian, Sri Yunanti, menyatakan Indonesia telah bersiap memasuki era ekonomi digital.

Salah satu karakter ekonomi digital adalah model bisnis dijalankan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (ICT), termasuk peningkatan kemampuan SDM dalam rangka meningkatkan nilai tambah, industrialisasi dan kesempatan kerja.

"Tahun 2018 itu ada 992 startup; 52,6 persen diantaranya atau sekitar 522 startup berada di wilayah Jabodetabek," kata Sri saat membuka Indonesia Internet Expo and Summit (IIXS) 2019 di JCC, Kamis (26 September 2019).

Pemerintah terus berupaya merangkul pelaku IKM agar dapat membuka diri dan berkolaborasi untuk memulai proses transformasi digital. Dengan bantuan startup sebagai technology provider/problem solver, Sri menyebut inovasi teknologi digital yang dihasilkan sebagai tools yang dapat menjawab kebutuhan industri.

Diantara teknologi yang dikembangkan adalah berbasis Big Data, cloud computing, artificial intelligence (AI), Augmented/virtual reality, automation, robotic, internet of things (IoT), cybersecurity serta printer 3D.

Tahun 2025 potensi ekonomi digital Indonesia diperkirakan memutar uang 100 miliar USD.

"Jadi internet ini harus kita gunakan untuk usaha produktif. Saya contohkan untuk e-commerce seperti pemasaran online, perluasan akses pasar dan penguatan konektivitas bisnis IKM," ujarnya.

Ketua umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jamalul Izza mengatakan penetrasi internet akan mempercepat perkembangan ekonomi digital. Peluang inilah yang harus dikerjakan ke depan.

"Sekarang itu internet sudah kebutuhan pokok. Kalau koneksinya putus baru benar-benar terasa, tapi kalau ada koneksi biasa saja. Itu artinya aktivitas online semakin banyak ke depan," ujar Jamalul.

Asian Development Bank (ADB) memperkirakan aktivitas belanja online (e-commerce) menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020. Hal ini seiring dengan meningkatnya populasi penduduk usia produktif di Tanah Air.

"Makanya kami berharap internet itu sudah menyasar desa, bukan kota atau kabupaten lagi karena menurut data, itu startup, e-commerce dan sebagainya baru masif di Jawa."


Standardisasi dan Validasi Teknologi