NEWS : Belajar dari Kasus Istri Artis Andrey Taulany

Belajar dari Kasus Istri Artis Andrey Taulany

Belajar dari Kasus Istri Artis Andrey Taulany
Ilustrasi | FREEPIK.COM
Andi Nugroho Kamis, 25 April 2019 - 16:17 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id – Gara-gara media sosial, Rien Wartia Trigina atau Erin Taulany, istri dari komedian Andrey Taulany, harus berurusan dengan polisi. Ini lantaran di Instagram Story Erin (@erientaulany) mengunggah ejekan kepada pasangan Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto.

Di story-nya itu, Erin menyayangkan sikap Prabowo yang ngotot mengklaim diri sebagai pemenang Pilpres 2019, bahkan Rien menganggap Prabowo sinting dan gila.

Tak pelak, Erin dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh seorang pengacara atas dugaan penghinaan pada Minggu (21/4/2019) pagi. Pelapor menilai Erin melanggar Pasal 27 Ayat 3 Jo Pasal 45 Ayat 3 dan atau Pasal 28 Ayat 2 Jo Pasal 45 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

TERKAIT
Baca: Akun Instagram Sempat Kena Hack, Nia Dinata Enggan Gunakan WiFi Gratis
Baca: Bagaimana Peretas Mengintai Akun Medsos Kita?

Senin (22/4/2019), Andre Taulany ditemani istrinya, Erin Taulany langsung mengklarifikasi kasus tersebut. "Kedatangan Andre Taulany untuk klarifikasi dan koordinasi mau laporan karena akun Erin sebelum tanggal 19 April di-hack orang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes, Argo Yuwono, seperti dikutip dari Antaranwes.com.

PEMBAJAKAN AKUN

Terlepas dari benar atau salah, bahwa akun tersebut telah diretas, memang sebuah akun media sosial tak pernah luput dari serangan peretas atau hacker. Bahkan, para peretas biasanya memang mengincar akun-akun selebgram yang memiliki follower ribuan.

Di dunia peretasan dikenal istilah account hijacking atau bisa disebut pembajakan akun. Ketua Umum dan Pendiri Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto, mengatakan, pembajakan akun adalah proses perampasan akun milik orang lain secara paksa.

"Pembajakan akun yang sering terjadi adalah akun media sosial. Banyak kasus pembajakan akun terjadi yang korbannya adalah public figure," kata Teguh dalam tulisan Account Hijacking yang diterima Cyberthreat.id, Kamis (25/4/2019).

Teguh mengatakan, para peretas biasanya merampas akun korban dengan tiga modus, yaitu phising, social engineering, dan password guessing.

Phising adalah menjebak korban menggunakan halaman login palsu yang dibuat seakan-akan mirip dengan halaman log in asli.

Sementara, social engineering dipakai peretas dengan pendekatan memanipulasi korban agar tanpa disadari mengikuti kemauan pelaku atau memberikan apa yang diminta pelaku.

Terakhir, peretas menggunakan cara password guessing yaitu dilakukan secara manual atau menggunakan sebuah tool yang dibuat khusus untuk menebak kata sandi.

Teguh menyarankan agar tidak membuat kata sandi yang populer, misalnya berkaitan dengan nama dan tanggal lahir. "Gunakanlah kombinasi huruf kapital di awal, simbol, dan angka. Itu adalah pilihan sandi yang sangat aman untuk dipakai," kata dia.

Dalam pengamatan Teguh, sejumlah artis yang akun medsosnya pernah dibajak, antara lain Soraya Larasati, Evelin Nada Anjani, Taskya Namya, Asmara Abigail, David Naif, Ferry Sunarto, Vuva Mua, Ikhsan Elmon (RRQ Lemon).

LANGKAH ANTISIPASI

Teguh memberikan tips agar akun medsos kita tidak terkena bajak peretas. Pertama, pastikan email yang Anda gunakan ketika mendaftar di medsos adalah email valid dan bisa diakses, termasuk nomor ponsel Anda.

Kedua, untuk mengamankan kata sandi akun medsos, "Gunakanlah verifikasi dua langkah. Bisa menggunakan nomor ponsel kamu yang aktif atau menggunakan aplikasi seperti Google Authenticator," kata dia.

Terakhir, pastikan menggunakan sandi yang aman dan jangan pernah menyimpannya di catatan atau dokumen dengan extension .docs dan.txt. "Jika tidak bisa mengingat banyak sandi, gunakanlah aplikasi seperti 1password," kata dia.

#Peretasan   #Medsos   #Medsos   #akun   #medsos   #said   #didu   #ustad   #haikal   #dirjen   #aptika

Standardisasi dan Validasi Teknologi