NEWS : Situs Web Diretas Security007, Ini Komentar Kemendagri

Situs Web Diretas Security007, Ini Komentar Kemendagri

Situs Web Diretas Security007, Ini Komentar Kemendagri
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. | Foto: Humas Kemendagri
Oktarina Paramitha Sandy Minggu, 22 September 2019 - 20:36 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id – Situs web resmi Kementerian Dalam Negeri (www.kemendagri.go.id) diserang oleh peretas dengan identitas “Security007” pada Minggu (22 September 2019) sore. Hingga berita ini ditulis pada pukul 20.15, situs web tersebut masih belum bisa diakses.

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Bahtiar Baharuddin mengatakan, saat ini Tim Siber Pusat Data dan Informasi Kemendagri masih menyelidiki permasalahan tersebut

“Bentar beres. Biasa ada yang iseng. Tes-tes ilmunya,” kata Bahtiar kepada Cyberthreat.id, Minggu malam.

Bahtiar memastikan bahwa data-data dalam kondisi aman dan tidak ada pelanggaran lain. “Aman-aman saja. Ibarat rumah, dia hanya di halaman luar saja. Tim siber Kemendagri segera bereskan. [Peretasan ini] biasa saja,” kata Bahtiar.

Saat Cyberthreat.Id mencoba  untuk membuka situs resmi Kemendagri muncul tulisan berwarna hijau dan merah dengan latar belakang hitam diserta gambar. Gambar itu terlihat ada tulisan RIP KPK 2002-2019.

Tulisan paling atas berbunyi "Hacked By Security007” yang diikuti oleh beberapa tilisan seperti “YOUR FILES IS MINE !!”

Tak hanya itu, dalam halaman depan juga terpasang foto yang menggambarkan sebuah kuburan dengan nisan bertuliskan “RIP KPK 2002-2019”. Beberapa menit kemudian situs web tidak bisa diakses.

“KAU ITU PEMIMPIN , YANG GAJI KAU ITU KAMI, SEHARUSNYA KAU MENURUTI APA KEINGINAN KAMI, BUKAN KEINGINAN MEREKA YANG BERDASI !!! SUARA RAKYAT KAU BATASI, SEMUA KAU ANGGAP MAKAR DAN DISKRIMINALISASI, KAU HANYALAH BONEKA YANG DIIKAT TALI, TAK LEBIH DARI SEBUAH KOMEDI!!!!” Tulis sang peretas pada website Kemendagri (22 September 2019).

Sebelumnya, pada 16 Juli 2019, subdomain milik Kemedagri RI, yaitu dukcapil.kemendagri.go.id juga mengalami peretasan sehingga tidak bisa diakses dan justru menampilkan serangkaian tulisan dalam bahasa Jepang. Ketika tulisan tersebut diakses akan mengarahkan pengunjung kepada website berbahasa Jepang yang membahas mengenai pajak.


Standardisasi dan Validasi Teknologi