CYBERNOMICS : Raksasa e-Commerce Milik Orang Terkaya Dunia Incar Gojek?

Raksasa e-Commerce Milik Orang Terkaya Dunia Incar Gojek?

Raksasa e-Commerce Milik Orang Terkaya Dunia Incar Gojek?
Raksasa e-Commerce Milik Orang Terkaya Dunia Incar Gojek? (Ilustrasi: Amazon juga mengakuisisi Deliveroo di Inggris)
Yuswardi A. Suud Kamis, 29 Agustus 2019 - 17:15 WIB

Cyberthreat.Id - Raksasa e-commerce terbesar dunia, Amazon dikabarkan tengah melakukan pembicaraan awal untuk membeli saham perusahaan startup Gojek.

Kabar itu santer menjadi perbincangan hangat setelah diberitakan kantor berita Reuters dan dimuat oleh sejumlah media ekonomi internasional seperti Wall Street Journal dan Bloomberg pada Rabu, 28 Agustus 2019.

Mengutip sumber yang menolak namanya disebutkan, Reuters mengabarkan pembicaraan tahap awal baru berlangsung. Sayangnya, sumber itu mengatakan  belum bisa memberikan informasi lebih detail.

Reuters sudah berusaha mengontak Amazon dan Gojek, tapi keduanya belum memberi tanggapan.

Adapun Wall Street Journal dalam pemberitaannya menyebutkan, jika pembicaraan awal ini menghasilkan kesepakatan, bukan tak mungkin keduanya bekerja sama untuk menjangkau pasar baru yang lebih besar. Apaalgi, Amazon diyakini akan menyuntik dana yang tak sedikit demi memanfaatkan luasnya jangkauan layanan Gojek.

Sementara Bloomberg menambahkan, langkah ini akan menandai investasi penting Amazon di Indonesia. Sebelumnya, Amazon sudah berusaha memperluas pasarnya ke Singapura pada 2017 dengan layanan Amazon Prime Now.

Sementara di Indonesia, Amazon belum punya jejak di negara berpenduduk 260 juta jiwa ini. Sementara rival Amazon yakni Alibaba asal China sudah duluan masuk ke pasar Indonesia dengan menempatkan uangnya di Lazada, Tokopedia dan Bukalapak.

Awal tahun ini, Amazon telah membeli perusahaan pengiriman makanan asal Inggris yakni Deliveroo. Amazon juga dilaporkan sedang mengembangkan teknologi transportasi berkualitas tinggi.

Ada pun Gojek, sejak berdiri pada 2015 telah bersalin wajah dari hanya layanan aplikasi ojek online menjadi perusahaan penyedia jasa dompet digital, kurir makanan, serta belanja online. Bahkan, Gojek mengklaim layanan kurir makanan GoFood sebagai yang terbesar di dunia untuk layanan sejenis.

Meski sampai sekarang belum mencatatkan laba, namun minat investor untuk menanamkan modalnya di Gojek cukup mencengangkan. Sejumlah perusahaan besar dunia seperti berlomba menaruh uangnya di sana. Walhasil, hingga Juni 2019, Gojek memiliki valuasi sekitar Rp142 triliun. Baru-baru ini, majalah Fortune menobatkan Gojek di peringkat ke-11 perusahaan yang mengubah dunia.

Jika Amazon benar-benar menaruh uangnya di Gojek, nantinya Amazon akan bersekutu dengan Alibaba yang sudah duluan berinvestasi di Gojek. Padahal, di dunia e-commerce, Amazon dan Alibaba saling berebut pasar menjadi yang terbesar.  

Saat ini, saham kepemilikan Gojek ada di tangan Google lewat Alphabet Inc, Alibaba Group Hiolding Inc, Tencent Holdings dan Visa Inc sebagai investor. Selain itu, masih ada Mitsubishi Group, Siam Commercial, Astra International, dan Temasek Holdings.

Ada pun Amazon yang didirikan oleh orang terkaya di dunia Jeff Bezos, merupakan perusahaan ritel paling populer di AS saat ini. Berdiri sejak 1994, Amazon tumbuh pesat dalam dua dekade terakhir hingga memiliki multi-layanan, dari toko serba ada daring dan luring hingga siaran film berbayar serta layanan komputasi awan (cloud).[]


Standardisasi dan Validasi Teknologi