Hacker Pun Punya Strata Sosial: Level Suhu Hingga Kacangan

Ilustrasi | Foto: freepik.com

Jakarta, Cyberthreat.id - Di atas langit, masih ada langit. Ungkapan tersebut juga berlaku di dunia peretas (hacker), bahwa dari seorang hacker yang hebat, masih ada yang lebih hebat dari dirinya. Di dunia hacker pun terdapat "strata atau tingkatan sosial". 

"Secara umum, (strata) yang paling tinggi (dari seorang) hacker sering di sebut Elite; di Indonesia mungkin lebih sering di sebut Suhu," tulis Pakar Teknolofi Informasi Onno W Purbo dalam artikelnya Dunia Bawah Tanah di Internet di Onnocenter.or.id yang diakses Rabu (7 Agustus 2019).

Namun perlu diketahui ada perbedaan mendasar hacker dan cracker, seperti yang diulas pada artikel sebelumnya. Hacker memiliki sifat yang berkebalikan dari cracker. Cracker adalah seseorang yang masuk ke sistem orang lain, biasanya di jaringan komputer karena motif jahat.


Berita Terkait:


Sementara, di posisi bawah dikenal dengan "wanna-be" hacker atau "Lamer". Menurut Onno, hacker-hacker macam begitu seringkali terlibat dalam pencurian kartu kredit, mereka bukanlah seorang hacker tingkat tinggi.

"Mereka hanyalah termasuk kategori hacker kelas paling rendah/kacangan yang sering kali di sebut sebagai Lamer. Mereka adalah orang tanpa pengalaman dan pengetahuan biasanya ingin menjadi hacker (wanna-be hacker)," ujar Onno.

Lamer, kata Onno, biasanya membaca atau mendengar tentang hacker dan ingin seperti itu. Para Lamer tersebut juga cenderung berkutat pada dunia video game, IRC, tukar-menukar software bajakan, hingga mencuri kartu kredit. 

Dalam aksi peretasan, para hacker kacangan itu biasanya menggunakan software trojan, nuke, dan DoS (Denial of Service). Dan, biasanya menyombongkan diri melalui IRC channel dan lain-lain.

Karena banyak kekurangannya untuk mencapai level Elite, dalam perkembangannya Lamer hanya akan sampai level "developed kiddie" atau "script kiddie". Apa itu? 

"Tingkatan kiddie ini biasanya hacker masih banyak bergantung pada Grafik User Interface (GUI) atau Windows karena belum paham betul untuk melakukan programming dengan baik," ujar Onno.

Onno mengatakan, tingkat tertinggi para hacker yang biasanya membuat legenda di dunia bawah tanah atau dunia maya, yaitu level Elite dan Semi Elite. 

Level Elite juga dikenal sebagai 3l33t, 3l337, 31337 atau kombinasi dari itu; merupakan ujung tombak industri keamanan jaringan. "Mereka mengerti sistem operasi luar dalam, sanggup mengonfigurasi dan menyambungkan jaringan secara global. Sanggup melakukan pemrogramman setiap harinya," ujar Onno. 

Selain itu, ciri-ciri mereka adalah efisien dan terampil serta menggunakan pengetahuannya dengan tepat. Dan, yang menarik dari mereka adalah "Seperti siluman, dapat memasuki sistem tanpa diketahui, walaupun mereka tidak akan menghancurkan data-data. Karena mereka selalu mengikuti peraturan yang ada," kata Onno.

Onno mengatakan, Suhu hacker biasanya akan memilih target secara hati-hati, tanpa terlihat, diam-diam seperti siluman di kegelapan malam.

Mereka mempelajari lewat banyak buku tentang kerja jaringan komputer, Request For Comment (RFC) di Internet dan mempraktekan socket programming. 

"Semua ini tidak pernah diajarkan di bangku sekolah maupun kuliah mana pun. Secara perlahan mereka akan naik hirarki sesuai dengan kemampuannya, tanpa menyombongkan dirinya – itulah para suhu dunia underground," tutur Onno.

Onno pun menyebut salah satu Suhu hacker di Indonesia yang dihormatinya, tapi dirinya tak menyebut nama orang tersebut. "Kebetulan bekas murid saya sendiri di Teknik Elektro ITB, beliau relatif masih muda dan pernah menjadi seorang penting di Research & Development Telkomsel," tulis Onno.