Menko PMK Minta Generasi Muda Kuasai Teknologi

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy | Dokumen Kemenko PMK

Cyberthreat.id - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta generasi muda untuk menguasai teknologi agar siap menghadapi globalisasi.

“Tidak ada pilihan lain, kalau ingin membawa Indonesia Maju ke depan, maka kita harus masuk menjadi bagian dari masyarakat global dan menguasai betul bidang teknologi ini,” ungkap Muhadjir dalam keterangan yang diterima, Kamis (25 November 2021)

Menurut Muhadjir, bangsa Indonesia saat ini menghadapi tantangan kurangnya kualitas daya saing manusianya. Mengacu laporan World Economic Forum (WEF), indeks daya saing global Indonesia dalam Global Competitiveness Index 2019 menempati peringkat 50 dari 141 negara.

Menurut Muhadjir, itu dikarenakan Indonesia masih lemah dalam hal kesiapan teknologi dan efisiensi tenaga kerja, di mana keduanya terkait erat dengan kualitas SDM.

Karena itu, Muhadjir berharap, ke depannya akan lahir SDM yang profesional, yang mampu menguasai teknologi, menghasilkan riset-riset. Ia juga berharap agar penggunaan teknologi ini mampu memberi rekomendasi-rekomendasi kebijakan yang tepat guna bagi bangsa indonesia.

“Terutama dalam rangka meraih cita-cita kemerdekaan yang telah diimpikan oleh founding father kita, yaitu membawa Indonesia Maju,” kata Muhadjir.

Muhadjir menyebutkan, kehadiran pandemi Covid-19 memang telah mempercepat transformasi digital. Masyarakat pun dipaksa untuk menerima perubahan dari gaya hidup konvensional menjadi serba digital dengan menggunakan teknologi dalam setiap lini kehidupan.

Salah satu dampak yang paling terasa adalah di dunia pendidikan. Di mana, pandemi telah mempercepat inovasi dan invensi penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan memanfaatkan media teknologi informasi. Untuk itu, penguasaan teknologi oleh generasi muda sangatlah penting agar mereka dapat dengan mudah beradaptasi dan bersaing di era globalisasi ini.

“Saya orang yang tidak mengira bahwa PJJ yang dulu sebagai pendekatan alternatif, justru sekarang menjadi metode pembelajaran utama dalam masa pandemi Covid-19,” ungkap Muhadjir.

Namun, percepatan transformasi digital yang disebabkan pandemi bukanlah hal yang patut dibanggakan. Sebab, Muhadjir menilai percepatan kemajuan teknologi di masyarakat harusnya dihasilkan oleh riset-riset yang dilakukan SDM Indonesia.

“Seharusnya transformasi apapun di masyarakat harusnya dihasilkan oleh riset-riset para ahli. Padahal kita memiliki banyak ahli di berbagai bidang,” tutup Muhadjir.[]

Editor: Yuswardi A. Suud