NEWS : Perusahaan Harus Adopsi End-To-End Solutions

Perusahaan Harus Adopsi End-To-End Solutions

Perusahaan Harus Adopsi End-To-End Solutions
Marlo Budiman, CEO & President Director PT Link Net Tbk, (paling kanan) | Foto : Eman Sulaeman/Cyberthreat.id
Eman Sulaeman Kamis, 11 Juli 2019 - 19:15 WIB

Jakarta,Cyberthreat.id - Di era transformasi digital, perusahaan disarankan untuk mengadopsi solusi yang bisa meng-cover semua layanan kepada pelanggan. Solusi yang dimaksud adalah solusi yang bisa meng-cover layanan dari ujung ke ujung (end to end solutions). Tujuannya, adalah supaya perusahaan bisa lebih kompetitif menjalankan bisnis.

Marlo Budiman, CEO & President Director PT Link Net Tbk, yang merupakan induk usaha dari First Media mengatakan, First Media memiliki lini bisnis yang khusus melayani sektor korporasi, yang terdiri dari layanan konektivitas, layanan data center, managed services, cloud services, dan juga customized ICT solutions. Semua solusi tersebut, adalah solusi yang sifatnya end-to-end solutions.

“First Media business menyediakan layanan yang sifatnya end to end solutions, supaya bisa mempercapat perusahaan dalam proses menuju transformasi digital. Layanan-layanan yang kami sediakan akan mempermudah proses tersebut, sehingga bisnis menjadi lebih kompetitif,” kata Marlo di Jakarta, Kamis, (11 Juli 2019).

Menurut Marlo, salah satu layanan yang akan menjadi tren ke depannya, yaitu cloud services. Cloud services dinilai sangat dibutuhkan, baik oleh individu maupun perusahaan untuk menyimpan data-datanya.

“Sekarang ini, kalau kita lihat, handphone itu kapasitas memorinya berapa besar sih? Jadi orang mulai menggunakan layanan cloud untuk menyimpan data-data. Industri juga begitu. Jadi, cloud services akan mengakomodasi semua kebutuhan yang terkait penyimpanan data,” ungkap Marlo.

Di sisi lain, Marlo juga menargetkan, layanan sektor bisnis First Media dapat berkontribusi terhadap total pendapatan First Media mencapai 30 persen pada 2020. Jumlah tersebut akan tumbuh signifikan, dibandingkan konstribusi yang diperoleh dari segmen korporasi pada akhir 2018 yang sebesar 15 persen.

“Kami optimis, karena kami memiliki kualitas layanan end to end solutions, yang dibutuhkan oleh sektor korporasi. Banyak value added yang kami berikan kepada pelanggan kami,” pungkas Marlo.


Standardisasi dan Validasi Teknologi