China Akan Hapus 25 Aplikasi Seluler yang Dioperasikan Didi
Cyberthreat.id – Pemerintah China mengatakan akan menghapus sebanyak 25 aplikasi seluler yang dioperasikan oleh Didi Global Inc dari toko aplikasi di negara tersebut.
Didi Global Inc adalah perusahaan yang mengembangkan Didi, layanan transportasi daring terkemuka di China dan telah berekspansi di sejumlah negara. Aplikasi Didi dihapus dari toko aplikasi Android di negara komunis itu sejak pekan lalu lantaran dinilai mengumpulkan data pengguna secara ilegal.
Aplikasi tersebut menggunakan data yang dikumpulkan oleh Didi secara ilegal, antara lain layanan pengiriman, perangkat kamera, dan layanan keuangannya, kata Administrasi Cyberspace China (CAC) dalam sebuah pernyataan, dikutip Reuters, diakses Minggu (11 Juli 2021).
Selain itu, CAC juga mengatakan kepada Didi untuk berhenti mendaftarkan pengguna baru saat meluncurkan penyelidikan ke perusahaan, dengan alasan keamanan nasional dan kepentingan publik.
CAC meminta Didi Global Inc untuk segera membuat perubahan agar mematuhi regulasi perlindungan data yang berlaku di China.
Pekan lalu, perusahaan mengatakan telah berhenti menerima pendaftaran pengguna baru dan akan menghapus aplikasinya dari toko aplikasi. Mereka juga segera akan membuat perubahan untuk mematuhi regulasi yang berlaku dan melindungi hak pengguna.
Namun, pengguna yang telah mengunduhnya masih bisa memakainya. Didi yang telah beroperasi di 15 negara lain mengumpulkan sejumlah besar data mobilitas real-time setiap hari untuk riset teknologi dan analisis lalu lintas kendaraan.
Tindakan terhadap Didi yang didirikan oleh pengusaha Will Cheng pada 2012 termasuk salah satu yang paling signifikan dari CAC sejak lembaga ini dibentuk pada 2014. Sejak tahun lalu, regulator China terus menekan raksasa teknologi dalam negerinya terkait dengan keamanan data dan masalah antimonopoli.
Selain masalah pelanggaran data, State Administration for Market Regulation (SAMR) China juga sedang menelusuri Didi Global terkait dengan praktik antimonopoli.[]