Kelompok Advokasi Minta Mark Zuckerberg Batalkan Rencana Membuat Instagram Versi Anak-anak

Ilustrasi

Cyberthreat.id -  Sebuah kelompok advokasi pada hari Kamis (15 April 2021) meminta Chief Executive Officer Facebook Mark Zuckerberg untuk tidak membuat versi aplikasi berbagi foto Instagram untuk anak-anak yang berusia di bawah 13 tahun, karena akan menempatkan mereka pada "risiko besar".

Dilansir dari Reuters, permintaan dalam bentuk surat itu disampaikan oleh Campaign for a Commercial-Free Childhood (CCFC) yang dapat diakses secara online di tautan ini . Surat itu datang di tengah kritikan kepada Facebook karena menjamurnya informasi yang salah secara global di seluruh platformnya. Selain itu, anak-anak juga dapat terekspose dengan materi yang tidak pantas.

Facebook tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Rencana Facebook menghadirkan Instagram untuk anak-anak di bawah 13 tahun diumumkan pada 19 Maret lalu.

"Semakin banyak anak-anak yang bertanya kepada orang tua mereka apakah mereka dapat bergabung dengan aplikasi yang membantu mereka mengikuti teman-teman mereka," kata juru bicara Facebook Joe Osborne saat itu.

“Saat ini tidak banyak pilihan untuk orang tua, jadi kami sedang berupaya membuat produk tambahan - seperti yang kami lakukan dengan Messenger Kids - yang cocok untuk anak-anak, dikelola oleh orang tua. Kami sedang menjajaki menghadirkan pengalaman yang dikontrol orang tua ke Instagram untuk membantu anak-anak mengikuti teman-temannya, menemukan hobi dan minat baru, dan banyak lagi,” tambahnya.  

Menurut CCFC, Instagram selama ini mengeksploitasi ketakutan anak muda akan ketinggalan tren karena mereka terus-menerus memeriksa perangkat untuk meminta persetujuan dan mengunggah gambar.

CCFC juga menambahkan bahwa fokus berkelanjutan Instagram pada penampilan dan eksistensi diri akan menjadi tantangan bagi privasi dan kesejahteraan remaja.

"Meskipun mengumpulkan data keluarga yang berharga dan mengembangkan generasi baru pengguna Instagram mungkin baik untuk keuntungan Facebook, namun itu kemungkinan akan meningkatkan penggunaan Instagram oleh anak-anak yang sangat rentan terhadap fitur manipulatif dan eksploitatif platform," kata surat itu.

CCFC adalah organisasi nonprofit yang percaya bahwa pemasaran yang menargetkan anak-anak, juga lamanya durasi anak-anak beriteraksi di platform, akan merusak perkembangan mental anak.[]