Sinyal GPS di Bandara Ben Gurion Eror, Israel Salahkan Rusia

Bandara Ben Gurion Israel. | Foto: atlantajewishtimes.timesofisrael.com

Tel Aviv, Cyberthreat.id - Israel menuding gangguan sinyal GPS yang terjadi di Bandara Ben Gurion Israel adalah ulah Rusia. Sejak awal Juni 2019, sinyal di bandara tidak dapat diandalkan untuk pilot dan pesawat yang menggunakan lokasi.

"Rusia bertanggung jawab atas gangguan GPS di wilayah udara Israel selama sebulan terakhir. Itu sebagai sebagian dari upaya Moskow untuk melindungi pesawatnya di Suriah barat laut," ujar pejabat keamanan Israel seperti dikutip dari Haartz, Kamis (27 Juni 2019).

Gangguan itu dikaitkan dengan sistem "perangkat lunak elektronik untuk perang" yang digunakan Rusia untuk melindungi pesawatnya di Pangkalan Udara Hmeimim, Suriah. Markas tersebut terletak sekitar 350 kilometer ke arah utara dari Ben Gurion.

Sejauh ini, kata Otoritas Bandara Ben Gurion, gangguan sinyal GPS memang tidak menyebabkan kecelakan atau insiden pesawat. Pilot masih bisa menggunakan Instrument Landing System alternatif ketika mendekati dan mendarat di bandara. "Ini adalah metode yang aman dan profesional yang digunakan setiap hari di bandara di seluruh bandara," kata Otoritas, dinukil dari BBC, Kamis.

Menurut Otoritas, gangguan GPS tersebut hanya mempengaruhi pesawat saat berada di langit di atas bandara, bukan sensor berbasis darat. Pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait gangguan itu.

Asosiasi Pilot Maskapai Penerbangan Israel mengatakan, masalah GPS tersebut berupa serangan spoofing yang menghasilkan data lokasi keliru. Artinya, penerima sinyal di pesawat terkadang melaporkan lokasi mereka masih jauh bermil-mil dari tempat mereka sebenarnya.

Duta Besar Rusia untuk Israel mengatakan, bahwa tudingan itu hoaks alias berita palus dan tidak perlu tanggapi serius. Dalam laporan BBC, terlepas dari bantahan itu, Rusia memiliki sejarah panjang keterlibatan serangan spoofing dan gangguan GPS, demikian diisyaratkan sebuah laporan yang dikeluarkan pada April lalu oleh US Center for Advanced Defense.

Laporan itu berisi catatan lebih dari 10.000 insiden terpisah terkait gangguan GPS dan menyatakan Rusia adalah "perintis" teknik untuk "melindungi dan menunjang kepentingan strategisnya".

Sejumlah gangguan ini membantu pengusiran pesawat tidak berawak dari bandara Rusia, tulis laporan tersebut, tetapi ini juga dipakai untuk melindungi para pejabat senior pemerintah saat mengunjungi lokasi peka.