Aplikasi Kencan Daring Tinder dkk Blokir Konten Kerusuhan Capitol AS
Cyberthreat.id – Tak hanya platform media sosial umum yang memblokir unggahan-unggahan terkait kerusuhan di Gedung Parlemen AS (Capitol), tapi aplikasi kencan daring pun turut serta di belakang Twitter dan Facebook yang lebih dulu melakukannya.
Aplikasi kencan Bumble dan di bawah naungan Match Group yakni Tinder, Hinge, OkCupid, PlentyofFish, dan Match mengatakan telah berupaya untuk menghapus konten-konten kekerasan di platform terkait aksi di Capitol.
Menurut mereka, penghapusan unggahan kekerasan, seperti yang terjadi di Capitol dianggap tak sesuai dengan pedoman aplikasi dan berusaha menghasut tentang terorisme.
"Kami akan mengambil langkah yang sesuai dengan penegak hukum," kata Bumble, dikutip dari Washington Post, diakses Minggu (17 Januari 2021).
Bumble menggunakan perangkat lunak untuk memindai profil kencan dan biografi pengguna untuk "konten teks yang mempromosikan kekerasan atau aktivitas terkait".
Akun-akun tersebut dapat diblokir jika mempromosikan rasisme, mendorong kekerasan, atau menyebarkan kebohongan tentang kekalahan Trump dalam Pemilu 2020.
Sementara, Match Group juga menyatakan hal yang sama. Mereka bekerja sama dengan penegak hukum dan telah melarang akun perusuh. Namun, juru bicara Grup Match, Vidhya Murugesan, menolak memberitahu berapa banyak akun yang telah ditindak.
"Kami telah, dan akan terus, melarang pengguna yang diinginkan oleh FBI sehubungan dengan terorisme domestik dari semua merek kami, dan kami selalu bekerja sama dengan penegak hukum dalam penyelidikan mereka," kata Murugesan.
Saat kerusuhan, sejumlah pengguna aplikasi kencan kedapatan mengunggah konten-konten tentang aksi tersebut. Sehari setelah aksi kerusuhan itu, pada 7 Januari di Twitter-nya, FBI pun membuka kanal pelaporan atau informasi terkait individu atau perusuh yang memicu aksi kekerasan di Gedung Capitol.
Seorang pengguna aplikasi kencan, Amanda Spataro (25) di Tampa, misalnya, melaporkan pengguna laki-laki kepada FBIi lantaran lelaki itu ketika ditanya tentang "kencan pertamanya yang sempurna", justru menjawab "menyerbu Capitol".
Lelaki itu bercerita, kata Amanda, bahwa dirinya mengunjungi Capitol dan mengirimi Amanda gambar sebagai buktinya. Amanda pun langsung menghubungi saluran informasi FBI untuk melaporkannya.
Namun, di kalangan aktivis pendukung privasi, tindakan warga sipil, seperti Amanda bisa memunculkan kekhawatiran tentang pengawasan publik yang meluas.
FBI mengatakan telah menerima lebih dari 100.000 informasi dari berbagai sumber yang dilaporkan melalui kanal yang disediakannya.
Khusus dari aplikasi kencan, penegak hukum tidak membeberkan berapa banyak informasi yang berasal dari situ, tapi mereka mengatakan sedang meninjau semua bukti yang ada.
Sementara itu, lebih dari 100 orang didakwa sehubungan dengan kerusuhan tersebut dan ratusan kasus lainnya masih dalam penyelidikan.[]
Redaktur: Andi Nugroho