Ini Alasan Nicholas Saputra Tak Suka Unggah Foto Diri di Medsos
Cyberthreat.id - Sebagian besar publik figur memanfaatkan media sosial untuk berbagi mengenai kehidupannya sehari-hari. Namun, tidak dengan aktor Nicholas Saputra.
Hampir seluruh penggemar Nicholas pasti tahu bahwa aktor ini jarang mengunggah kehidupan pribadinya di media sosial Instagram. Sangat jarang foto dirinya berada di medsos. Nicholas mengatakan apa yang dilakukannya ialah demi menjaga privasi.
"Saya sering sekali mendapat pertanyaan kenapa sih enggak posting kegiatan sehari-harinya, kenapa enggak posting dirinya, kenapa tidak update apa yang dilakukan sehari-hari. Jujur saja saya bingung harus menjawab seperti apa. Menurut saya mudah sekali menjawabnya yaitu untuk menjaga privasi saya. Tapi, sepertinya banyak yang tidak mengerti dan tidak menyetujui," tutur dia dalam acara sedaring bertajuk "Bahaya Dari Sebar Data Pribadi Sembarangan Bisa Rugi 7 Turunan", Minggu (27 Desember 2020).
Ia mengatakan, sebagai pemain film dirinya hanya ingin dikenal sebagai bintang film atau sebagai aktor. "Saya ingin dikenali melalui karya-karya saya, dan bagi saya yang penting, yang di-share ke publik adalah karya saya," katanya.
Menurut Nicholas, menjaga privasi adalah suatu hal yang penting lantaran dirinya tidak ingin menjadi korban penguntitan (stalking) dan tidak ingin mengalami kejadian yang tidak diinginkan.
Untuk itu, Nicholas mengaku dirinya selalu mengunggah belakangan di media sosialnya.
"Saya melakukannya latepost dan itu bisa acak-acakan, ini supaya tidak terdeteksi saya lagi sama siapa, di mana, jam berapa," kata Nicholas.
Ia khawatir jika yang ia bagikan secara waktu nyata justru dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk tujuan tidak baik.
Cara kedua yang dilakukan untuk menjaga privasinya, yaitu saat ada yang meminta foto, Nicholas menolaknya.
"Saya harus merelakan ketika orang mengajak berfoto bersama, saya harus menolak, karena itu biasanya berkaitan dengan identitas tempat dan waktu," ujarnya.
Ia mengatakan pernah ditunggu seseorang di sebuah bandara lantaran orang tersebut tahu dirinya berfoto bersama sebelum keberangkatan naik pesawat terbang. Sejak itulah, ia menolak untuk foto bersama di bandara.
“Saya harus merelakan di-judesin orang karena enggak mau foto bareng, dianggap sombong, ya menurut saya itu untuk kebaikan, saya melindungi diri saya sendiri dengan seperti itu," ucapnya.
Menurutnya, terkait privasi yang berhubungan dengan media sosial memang terbilang baru sehingga masih banyak masyarakat yang "kagok" terkait cara menghadapinya.
Kendati demikian, Nicholas menilai literasi perlu dipahami dan etika juga perlu disadari secepat-cepatnya sebelum teknologinya lebih canggih lagi.[]
Redaktur: Andi Nugroho