Kemkominfo Ajukan Pagu Indikatif 2020 Rp 5,6 Triliun

Ilustrasi.

Jakarta,Cyberthreat.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengajukan pagu indikatif 2020 sebesar Rp 5,6 triliun. Jumlah tersebut meingkat sekitar Rp 200 miliar dibandingkan pagu 2019 yang sebesar Rp 5,3 triliun. Pengajuan pagu anggaran tersebut disampaikan oleh Kemkominfo dalam Rapat Kerja dengan Komisi I DPR RI yang membahas Rancangan Anggaran Pembelajaan Negara (RAPBN) 2020, di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa, (18/6/2019).

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, pengajuan anggaran tersebut masih bersifat indikatif. Selanjutnya, akan masuk pada tahap pagu anggaran, lalu pagu alokasi. Tetapi, Rudiantara optimis, anggaran yang diajukan tersebut akan disetujui oleh DPR RI.

“Jadi pembahasan ini baru pagu indikatif, setelah itu pagu anggaran, setelah itu pagu alokasi. Dan kami akan menerima masukan dari Komisi I DPR RI. Apa yang harus diperbaiki, apa yang harus diprioritaskan. Nanti akan kita bahas bersama lagi,” kata Rudiantara.

Memnurut Rudiantara, dalam pagu anggaran yang diajukan, pihaknya fokus pada dua program utama yang menjadi prioritas Kementerian. Priorita tersebut juga dinilai sesuai dengan visi Presiden pada 2020 nanti, yaitu pengembangan infrastruktur dan pengembangan Sumber Daya Manusia.

“Memang untuk tahun depan, program kita akan sejalan dengan program pemerintah, dalam hal ini Presiden. Yaitu pembangunan infrastruktur akan terus dilanjutkan, di samping itu juga pengembangan SDM. Ada juga program-program lain, yang tentu harus sejalan dengan Presiden,” ujar Rudiantara.

Terkait pengembangan infrastruktur, Kemkominfo mengajukan anggaran sebesar Rp 2,872 miliar pada 2020. Jumlah ini meningkat dari pagu 2019 yang sebesar Rp 2,799 miliar. Sedangkan, untuk pengembangan SDM, anggaran yang diajukan sebesar Rp 421 Miliar. Jumlah ini meningkat dibandingkan 2019 yang sebesar Rp 267 miliar.

“Jadi selain memperhatikan infrastruktur, kita juga akan terus mengembangkan SDM, seperti literasi digital, digital talent scolarship dan lainnya,” ungkap Rudiantara.

Sementara, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Satya Widya Yudha mengungkapkan, nantinya pagu indikatif yang diajukan oleh Kemkominfo akan dibahas bersama Badang Anggaran (Banggar) DPR RI. Namun, Satya mengingatkan, agar program yang diajukan harus sesuai dengan visi presiden pada 2020.

“Nanti akan dibahas lagi dengan Banggar. Tetapi intinya, program yang diajukan itu harus sesuai dengan visi Presiden pada 2020. Jadi, saya rasa sudah cukup bagus, yaitu terkait infrastruktur dan juga pengembangan SDM. Jadi program ini juga sesuai dengan visi presiden pada 2020 yang terdapat empat pilar, yaitu ada energi, food, SDM dan security. Jadi, saya dukung program ini,” kata Satya.

Satya menambahkan, Dia juga mendukung program dari Kemkominfo terkait literasi digital dan pengembganan digital talent. Hal itu mutlak dilakukan, karena Indonesia sudah memasuki era revolusi industri 4.0.

“Kita mendukung program prioritas Kominfo yang menyangkut digital literasi, digital talent. Bagaimana mendidik orang menjadi melek digital. Apalagi menyangkut program pemerintah menghadapi industri 4.0. itu kan termasuk kejahatan siber dan sebagainya, itu kan mereka harus terdidik. Di samping itu juga semua hal menyangkut konektifitas di dalam rangka implementasi tol langit. Berarti dibutuhkan satelit baru dan sebagainya,” tegas Satya.