Gojek Gandeng Kominfo Dorong Literasi Keamanan Digital

Ilustrasi Gojek | anatawakireiworld.blogspot.com

Jakarta, Cyberthreat.id - Gojek menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) untuk memperkuat komitmen keamanan bagi pelanggan dan mitra pengemudi lewat program yang disebut #AmanBersamaGojek. Program ini berfokus pada edukasi, teknologi dan proteksi.

CEO Gojek, Kevin Aluwi mengatakan bahwa keamanan merupakan prioritas utama dan menjadi tanggung jawab bersama. Selain mengembangkan teknologi proteksi dengan meluncurkan fitur pengamanan Gojek Shield, Gojek juga akan menggalakkan edukasi dan literasi bgi pengguna dan mitra pengemudi.

"Setara dengan dua fokus di atas (teknologi dan proteksi), kami juga berinvestasi pada edukasi agar pelanggan dan mitra agar bisa mendapatkan manfaat paling optimal dari teknologi digital dan tidak dirugikan," kata Kevin dalam keterangan resminya yang diterima Cyberthreat.id, Sabtu (29 Februari 2020).

Masyarakat, mitra dan pelanggan akan mendapat akses edukasi di aplikasi Gojek dalam bentuk, poster, infografis, kuis maupun video iklan layanan masyarakat agar mudah dipahami. Selain di aplikasi Gojek, konten edukasi tersebut akan disampaikan melalui media sosial, forum kopdar mitra Gojek serta sosialisasi di beberapa kota bersama Center for Digital Society Universitas Gadjah Mada (CfDS UGM).

Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) di tahun 2018 menyebutkan terdapat 171,17 juta jiwa di Indonesia yang menggunakan internet.

Namun, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika), Samuel Abrijani Pangerapan mengungkapkan bahwa kondisi di Indonesia sangat unik. Sebab, masifnya pengguna internet di Indonesia tidak dibarengi dengan literasi digital kepada penggunanya.

"Pengguna internet sangat tinggi mencapai lebih dari 170 juta pengguna, namun tingkat literasi digital masyarakat kita masih tergolong rendah," kata Sammy, panggilan akrabnya.

Pernyataan Sammy ini diperkuat dengan maraknya kejahatan yang menitikberatkan manusianya sebagai kelemahan yang dapat dieksploitasi. Sebut saja kejahatan dengan teknik social engineering atau rekayasa sosial yang masih banyak dilakukan penjahat, dimana pelaku kejahatan menipu pengguna yang kurang mendapatkan edukasi dan literasi terkait keamanan digital.

"Agar tak kehilangan momentum kita harus bekerja keras bersama-sama untuk meningkatkan literasi digital masyarakat. Hal ini menjadi prioritas kami di Kominfo."

Sammy juga mengapresiasi langkah Gojek sebagai pemain di industri yang tanggap dalam melihat situasi ini dan memasukkan edukasi sebagai salah satu fokus melalui program peningkatan literasi digital bagi masyarakat luas.

Kolaborasi Gojek dengan Kominfo dalam meningkatkan literasi digital ini akan menjadi langkah berkelanjutan yang dijalankan sepanjang tahun 2020.[]

Editor: Yuswardi A. Suud