HUBUNGAN GOOGLE-HUAWEI PUTUS

Tenang! Huawei Tetap Jamin Security Updates Perangkatnya

Huawei P30 Lite, salah satu ponsel canggih buatan Huawei. Foto: Huawei

New York, Cyberthreat.id – Huawei Technologies akhirnya angkat suara setelah Google tak akan lagi bekerja sama dengan perusahaan ponsel asal China tersebut.

Google menyatakan telah “tunduk kepada tuntutan pemerintah Amerika Serikat” dan membatasi lisensi Android-nya untuk ponsel Huawei. Keputusan Google itu mulai berlaku untuk Android versi terbaru.

Nantinya, Huawei sebatas bisa menggunakan sistem operasi Android yang berlisensi publik. Ponsel terbaru buatan Huawei nantinya tak terpasang aplikasi buatan Google seperti Gmail, YouTube, dan Google Maps.


Berita Terkait:


Dalam pernyataan yang dikirimkan via email kepada The Verge, Senin (20/5/2019) WIB, Huawei meyakinkan kepada para pengguna produk perusahaan akan terus menerima pembaruan keamanan (security updates).

“Kami akan terus membangun ekosistem perangkat lunak yang aman dan berkelanjutan, untuk memberikan pengalaman terbaik bagi semua pengguna,” tulis Huawei.

Huawei juga tetap memberikan layanan purna jual untuk seluruh produk baik komputer, tablet, maupun ponsel yang telah dijual maupun yang masih tersedia di toko-toko di dunia.

Selain itu, Huawei juga menyatakan, bahwa perusahaannya telah berkontribusi terhadap pertumbuhan Android secara global, bahkan penjualan ponsel Android miliknya meningkat dua digit. Huawei pun membandingkan setiap vendor ponsel pintar terkemuka lain yang justru menurun atau stagnan.

Sederhananya, Huawei ingin menunjukkan kepada dunia, bahwa “ekosistem Android tumbuh dengan baik dengan adanya Huawei.”

“Sebagai salah satu mitra global utama Android, kami telah bekerja erat dengan platform open source mereka untuk mengembangkan eksositem yang bermanfaat bagi pengguna dan industri,” tulis Huawei.

Google, menurut The Verge, mengatakan, bahwa pemilik ponsel Huawei saat ini tak perlu risau karena akses ke Play Store dan pembaruan aplikasi masih bisa dilakukan.

Bikin Sistem Operasi Sendiri

Perseteruan dagang antara AS dan China telah menyeret Huawei masuk dalam daftar hitam pemerintah AS.

Huawei sebetulnya telah mengantisipasi jauh-jauh hari jika memang teknologi buatan AS, seperti Microsoft, Intel, dan Qualcomm, tak bisa dipakai oleh perusahaannya.

Pada Maret lalu, Huawei menyatakan, telah menyiapkan sistem operasi sendiri untuk ponsel pintar dan komputer buatannya.

Menurut Kepala Ponsel Huawei Richard Yu Chengdong, ketegangan yang terjadi antara China-AS bisa saja berdampak pada ketersediaan sistem operasi buatan AS yang digunakan di perangkat Huawei.

“Kami telah menyiapkan sistem operasi sendiri, jika ternyata kami tidak bisa lama menggunakan sistem Android. Kami akan siap dan memiliki rencana B,” ujar Yu, Kamis (14/3/2019).


Berita Terkait:


Sebetulnya, Huawei lebih memilih menggunakan sistem operasi yang ada sekarang di pasaran.

“Jujur, kami sebetulnya memiliki sistem cadangan, tetapi kami tidak ingin menggunakannnya. Kami lebih senang menggunakan sistem operasi mitra kami. Apalagi pelanggan kami menyukainya. Android dan Windows akan selalu menjadi pilihan pertama kami,” ujar juru bicara Huawei.

Sebelumnya, pada 1 Desember 2018, Meng Wanzhou, anak perempuan pendiri Huawei, ditangkap di Kanada atas permintaan AS. Ada 23 tuduhan yang dilayangkan Departemen Kehakiman AS kepada Huawei dan Meng Wanzhou.

Secara garis besar hanya ada dua gugatan yaitu pertama, Huawei dianggap menutupi keterkaitan bisnis dengan Iran-negara yang kini masih dikenai sanksi perdagangan oleh AS. Kedua, tudingan tentang pencurian rahasia dagang.

Huawei pada 7 Maret 2019 telah mengumumkan untuk menggugat Pemerintah AS dalam upaya untuk membatalkan larangan federal AS terkait dengan pasokan perangkat buatan Huawei ke agen-agen federal di bawah Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) AS.