Botnet DDoS yang Serang Partai Buruh Asal Rusia dan Brasil

Pendukung Partai Buruh | Foto: mklabour.org.uk

London, Cyberthreat.id – Pada Selasa (12 November 2019) sore, CloudFlare—perusahaan spesialisasi perlindungan anti-DDoS—digandeng Partai Buruh untuk mengecek lalu lintas pengunjung di situs web utama parpol.

Situs web utama dan platform digital milik Partai Buruh menjadi target serangan dari geng Distributed Denial of Service (DDoS) selama dua hari.

Serangan itu terjadi dua kali. Pertama, terjadi pada Senin (11 November) malam, lalu dihantam lagi oleh peretas (hacker) pada Selasa sore.

Sistem CloudFlare diminta untuk memverifikasi permintaan koneksi dari pengguna sungguhan atau bukan; karena bisa jadi koneksi ke situs web itu secara otomatis dari botnet.

Menurut Sky News, laporan awal menunjukkan ada botnet yang diduga berbasis di Rusia dan Brasil. Namun, hal ini bukan indikasi pasti bahwa penyerang berasal dari sana.


Berita Terkait:


Ada kemungkinan besar di kedua negara tersebut terdapat pengguna komputer Windows lawas yang belum menerima pembaruan keamanan, lalu terkena peretasan oleh hacker. Setelah itu, hacker menginfeksi komputer itu dengan malware botnet. Dari situlah, botnet disebarkan.

Setelah kejadian itu, Sekretaris Jenderal Partai Buruh Jennie Formby mengirim email kepada semua staf untuk memberi tahu mereka tentang "serangan besar-besaran dan canggih". Pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke National Cyber Security Center (NCSC).

"Ini bukan jenis serangan yang sangat licik dan canggih. Ini serangan yang kasar, brutal [...] serangan setara dengan palu, bukan pisau bedah,” kata dia.

"Ini bukan jenis serangan pisau bedah yang cenderung dikenal oleh aktor negara-bangsa, ini adalah perusakan internet yang buruk," ia menambahkan.

Namun, sumber NCSC kepada Sky News mengatakan serangan itu masih tergolong tingkat rendah dan tidak ada bukti kegiatan yang disponsori negara.

"NCSC telah bekerja erat dengan partai-partai politik selama beberapa tahun, bagaimana melindungi dan mempertahankan diri dari serangan dunia maya. Kami bertemu partai-partai besar pekan lalu menjelang pemilihan umum,” kata juru bicara NCSC.

"Dalam hal insiden ini, Partai Buruh mengikuti prosedur yang benar, disepakati, dan memberi tahu kami dengan cepat.”

"NCSC yakin pihaknya mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani serangan itu. Serangan itu tidak berhasil dan insiden itu sekarang ditutup," jubir itu menegaskan.

Sementara, Pemimpin Partai Buruh, Jeremy Corbyn, mengatakan, serangan siber berskala besar pada platform partainya yang terjadi beberapa pekan sebelum pemilu membuat dirinya risau.

“Jika ini tanda dari hal-hal yang datang dari pemilu, saya merasa sangat risau tentang ini semua. Karena serangan siber ke partai politik pada suatu pemilu adalah mencurigakan dan sesuatu yang sangat dikhawatirkan,” kata dia kepada wartawan, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (13 November).

Kampanye pemilu telah memasuki hari ketujuh. Pemungutan suara akan berjalan tepat satu bulan ke depan, yaitu 12 Desember.

Corbyn mengatakan, timnya sedang mencari siapa yang mungkin berada di balik penyerangan tersebut.