Tren Industri 4.0, Cobot Bakal Rebut Peran Robot Tradisional

Ilustrasi | Foto: robots.com

Jakarta, Cyberthreat.id – Universal Robots (UR), produsen robot kolaboratif (collaborative robots/cobot) asal Denmark membidik pasar industri otomotif menyusul peralihan penggunaan robot tradisional dalam era industri 4.0.

"Cobot adalah robot yang bekerja bersama manusia dan akan segera mendorong pasar otomatisasi. Fitur cobot dapat memberi manfaat besar bagi orang-orang, proses kerja, dan hasil proses itu sendiri,” kata General Manager UR Sakari Kuikka, di Jakarta, Kamis (15 Agustus 2019).

Sakari mengatakan kolaborasi para pekerja dengan cobot akan meningkatkan produktivitas operasional pabrik sebanyak 85 persen, terutama pada industri otomotif.

Sakari mencontohkan keunggulan penggunaan cobot dibanding robot tradisional adalah dalam hal keselamatan pekerja pabrik

Cobot memiliki sensor peraba kekuatan eksternal yang akan membuat mesin berhenti otomatis ketika terdeteksi adanya suatu penghalang. Sedangkan robot tradisional tidak dan sangat berbahaya untuk bekerja dekat dengan manusia,” ujar Sakari seperti dikutip dari Antaranews.com.

Selain itu, cobot memiliki ukuran yang lebih ringkas dan tidak seberat robot tradisional yang membutuhkan ruang luas dan pemasangan permanen.

Cobot, lanjut Sakari, memiliki berat kurang dari 29 kilogram, sedangkan robot tradisional setidaknya berbobot sekira 50 kg, atau 40 persen lebih berat dibanding cobot.

Dari sisi pemograman, cobot memiliki program yang sangat mudah untuk dipelajari sehingga masih bisa dioperasikan oleh para buruh pabrik tanpa harus memiliki pakar khusus seperti robot tradisional.

“Hanya butuh empat hari bagi buruh atau pekerja untuk dilatih mempelajari cara mengoperasikan cobot,” ucap Sakari. Ia juga  menambahkan cobot hemat biaya karena dapat memangkas biaya produksi hingga 20 persen.