Mengapa Bos Facebook Disebut Orang Paling Bahaya di Bumi?

Mengapa Bos Facebook Disebut Orang Paling Bahaya di Bumi?

Mengapa Bos Facebook Disebut Orang Paling Bahaya di Bumi? 

Rencana pendiri dan CEO Facebobook, Mark Zuckerberg, menyatukan layanan perpesanan WhatsApp, Instagram, dan Facebook Messenger menuai kontroversi. Sejumlah orang dalam seperti pendiri Instagram dan WhatsApp yang dibeli Facebook, belakangan dikabarkan memilih hengkang lantaran frustasi dengan kebijakan Facebook. 

Dengan menyatukan ketiga aplikasi yang terbanyak dipakai di dunia itu, Mark memegang kuasa luar biasa dan mengendalikan jaringan komunikasi 2,7 miliar penduduk bumi. 

Hal itulah yang bikin seorang profesor di Amerika gundah gulana. Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Profesor Scott Galloway dari New York University Stern School of Business menyebut Mark Zuckerberg sebagai "orang paling berbahaya di dunia."

Menurut Scott, tim Facebook saat ini sedang bekerja untuk merombak ulang alogaritma software ketiganya. Jika sudah selesai, user masih bisa menggunakan masing-masing aplikasi sendiri-sendiri, namun secara teknis, ketiganya berjalan di infrastruktur teknis yang sama dan semuanya dikuasai penuh oleh Zuckerberg.

"Mark Zuckerberg sedang mencoba untuk mengenkripsi backbone atau inti antara WhatsApp, Instagram dan platform inti, Facebook, sehingga ia memiliki satu jaringan komunikasi 2,7 miliar orang," kata Galloway.

Dilansir dari CNBC, lebih dari 2,7 miliar orang menggunakan setidaknya satu dari layanan yang dimiliki Facebook itu setiap bulan berdasarkan data dari perusahaan. Diketahui juga, lebih dari 2,1 miliar menggunakan Facebook, Instagram, WhatsApp, atau Messenger rata-rata setiap hari.

"Gagasan bahwa kita akan memiliki satu individu yang memutuskan algoritma untuk backbone terenkripsi 2,7 miliar orang itu menakutkan, terlepas dari apapun niat orang itu ya," tambahnya.

Akhir Juli lalu, Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka sedang meninjau dugaan monopoli beberapa perusahaan teknologi besar seperti Facebook, Google, Amazon dan Apple. 

Menurut Galloway, apa yang dilakukan Facebook dengan menggabungkan ketiga aplikasi perpesanan itu adalah "mengambil tindakan pencegahan terhadap tudingan monopoli sehingga Zuckerberg bisa mengatakan 'tidak mungkin untuk melepas ini sekarang."

"Ini benar-benar buruk bagi planet ini, buruk bagi masyarakat dan jelas arah yang mereka tuju," kata Galloway. 

Dia juga menyebut persetujuan regulator federal ketika Facebook mengakuisisi Instagram sebagai sebuah kegagalan. 

"Saya pikir kita semua mungkin menyesal sekarang," kata Galloway. 

Sebelumnya, setelah rencananya menuai banyak kritikan, Zuckerberg menjamin keamaman dan menjaga privasi penggunanya. Enkripsi ditujukan untuk melindungi pesan agar tidak bisa dibaca orang lain, kecuali mereka yang terlibat dalam percakapan. 

Mark mengatakan, Facebook akan meningkatkan enkripsi dan menolak menyimpan data di negara-negara dengan catatan hak asasi manusia yang buruk, serta mengupayakan aplikasi pesan dapat saling berkomunikasi satu sama lain.

"Orang ingin dapat memilih layanan mana yang mereka gunakan untuk berkomunikasi dengan yang lain," ujar Zuck seperti dilansir dari Independent.

"Sekarang kalau kamu ingin mengirim pesan ke orang-orang di Facebook-mu harus menggunakan Messenger, di Instagram kamu harus menggunakan Direct, dan di WhatsApp kamu harus menggunakan WhatsApp. Kami ingin memberi orang pilihan sehingga mereka dapat menjangkau teman-teman mereka di seluruh jaringan ini dari aplikasi manapun yang mereka inginkan," kata Mark. 

Rencana penyatuan itu dikabarkan selesai digarap akhir tahun ini atau awal 2020. 

Pendiri Instagram dan WhatsApp Hengkang 

Rencana penggabungan tersebut juga mendapatkan penolakan dari para aktor kunci. Co-Founder Instagram Kevin Systrom dan Mike Krieger telah meninggalkan perusahaan karena frustrasi terhadap kebijakan Zuckerberg.  

Pendiri WhatsApp juga ikut mengundurkan diri setelah Zuckerberg mengeluarkan ide untuk memasukkan iklan di dalam WhatsApp. Padahal, ide itu telah mendapatkan penolakan dari semua pendiri WhatsApp. 

Zuckerberg memang dilaporkan telah mengambil kontrol lebih banyak terhadap Instagram dan WhatsApp untuk integrasi yang lebih dekat. Para pemimpin aplikasi Facebook, Facebook Messenger, Instagram, dan WhatsApp terus melaporkan perkembangan sejak Maret 2019.

Baru-baru ini, Facebook juga mengumumkan memberi stempel "dari Facebook" untuk Instagram dan WhatsApp. Dengan begitu, nama Instagram  menjadi "Instagram dari Facebook" WhatsApp menjadi "Whatsapp dari Facebook." 

Selain itu, para karyawan di masing-masing perusahaan aplikasi itu diketahui telah mengganti alamat pesan elektronik dari @instagram.com atau @whatsapp.com menjadi @facebook.com.[]