Ini Tiga Layanan Digital Telkom Indonesia untuk Manajemen Projek

Project Expert Telkom Indonesia, Arif Fajarudin. | Foto: Tangkapan layar YouTube

Cyberthreat.id – Telkom Indonesia membuat sejumlah layanan digital yang bisa diaplikasikan oleh kalangan bisnis maupun organisasi lain.

Layanan digital yang bisa membantu bisnis/organisasi mengelola proyek dan meningkatkan performa manajemen proyek, antara lain Tomps, OCA, dan Netmonk.

Pertama, layanan Tomps. Ini sebuah aplikasi manajemen proyek kolaboratif berbasis seluler dan web yang mengedepankan kemudahan organisasi untuk mengelola proyek secara online.

“Aplikasi monitoring proyek,” ujar Project Expert Telkom Indonesia, Arif Fajarudin dalam dalam Pengukuhan dan Sosialisasi Proker Pengwil APJII DKI Jakarta 2021-2024, Kamis (24 Maret 2022).

Arif mengatakan, Tomps memiliki sejumlah fitur strategis untuk membantu organisasi dari berbagai skala dan industri. Aplikasi ini dapat membantu pengguna memonitoring proyek, inventarisasi, tempat penyimpanan dokumen, meminimalisasi penipuan, pemantauan real time, dan efisiensi sumber daya.

Melalui aplikasi ini organisasi bisa mengawal dalam suatu sistem yang terintegrasi secara end-to-end, sehingga keseluruhan proyek yang dikerjakan bisa dilacak. Organisasi juga bisa menghubungkan seluruh ekosistem proyek secara end-to-end dan melakukan visualisasi.

Tomps sudah banyak digunakan sejak 2018 di sektor telekomunikasi, OSP, dan internet service provider (ISP). Digunakan untuk monitoring proyek dari sektor pemerintah maupun swasta,” ujar Arif.

Kedua, layanan omni communication assistant (OCA) yang bisa dipakai untuk meningkatkan customer experience dari seluruh klien bisnis. OCA adalah one step solution komunikasi dengan fitur yang bervariasi untuk mempermudah komunikasi internal dan eksternal sebuah perusahaan /instansi sehingga bisnis prosesnya menjadi lebih real-time, efektif, dan terstruktur.

Layanan OCA terdiri atas Oca Blast, OCA Interaction, OCA Chatbot, dan OCA Validation. OCA bisa digunakan di semua platform media sosial, mulai dari WhatsApp, Cloud Call Center, Telegram, Twitter, Instagram,dan Facebook.

“Ini akan membantu bisnis mempererat hubungannya dengan konsumen mereka melalui customer experience yang luar biasa,” kata Arif.

Dan, terakhir, layanan Netmonk yang bisa membantu organisasi atau bisnis mengetahui kualitas layanan, khususnya bagi para penyedia layanan internet. Netmonk merupakan salah satu aplikasi yang bisa digunakan untuk memonitoring jaringan dan resource perangkat baik router maupun server.

Selain itu, aplikasi tersebut juga membantu orginisasi untuk menjaga great customer experience dengan mengefisienkan operasional IT menggunakan alat All In One Monitoring.

Netmonk bisa digunakan untuk memonitoring network, wen/API, dan server dari para penyedia layanan internet. Alaat ini memiliki sejumlah fitur seperti one tool all puspose, report automation, dan proactive & predictive.“Melalui fitur ini, organisasi bisa melihat kapasitas inti atau bandwitdh yang diberikan,” tutur Arif.[]

Redaktur: Andi Nugroho