Fitur Privasi Apple: Hanya 13 Persen Pengguna iOS Izinkan Aplikasi Melacaknya

Apple | Foto: Pexels

Cyberthreat.id – Apple membuat kebijakan privasi yang membuat para pengembang aplikasi iOS naik pitam, termasuk Facebook. Ini gara-gara kebijakan barunya menerbitkan fitur App Tracking Transperancy yang diterbitkan di iOS 14.5 pada April lalu.

Pengembang yang menaruh aplikasinya di toko aplikasi Apple, App Store, harus menyediakan informasi data apa yang dilacak dari pengguna. Untuk melacak data pengguna, pengembang harus minta persetujuan dulu dari pengguna.


Baca:


Hal tersebut yang membuat Facebook marah karena kebijakan itu justru bakal ditolak oleh pengguna dan berpengaruh pada pendapatan periklanan yang merosot. Tak hanya itu, kebijakan itu juga meminta aplikasi tidak membagikan informasi pengguna ke broker data.

Dalam laporan terbaru yang dikeluarkan Flurry Analytics milik Verizon Media disebutkan, hanya 13 persen pengguna iOS global yang mengizinkan aplikasi untuk melacak—ini terjadi di pekan kedua sejak fitur iOS itu diterapkan.


Baca:


Disebutkan pula bahwa sekitar 5 persen pengguna iOS di dunia memutuskan dengan pelacakan aplikasi terbatas. Berarti, aplikasi tidak diizinkan untuk melacak data pengguna, seperti dikutip dari ZDNet, Senin (10 Mei 2021).

Jika pengguna memilih "Ask app not to track”, pengembang aplikasi tidak akan diberi akses ke pengenal iklan perangkat, yang sering digunakan untuk mengumpulkan data iklan; dan aplikasi yang terus melacak pengguna berisiko diusir dari App Store.

Flurry Analytics digunakan di lebih dari 1 juta aplikasi seluler dan memberikan gambaran agregat dari 2 miliar perangkat seluler per bulan. Laporan ini diperbarui tiap bulan. Hasil tersebut terakhir diterbitkan pada 7 Mei lalu.

Temuan Flurry didasarkan pada sampel 5,3 juta pengguna aktif seluler harian dengan iOS 14,5 di seluruh dunia dan 2,5 juta pengguna serupa di AS.[]